Kementerian ESDM Tandatangani Kontrak Kegiatan Strategis Senilai Rp 3,04 Triliun

Foto: Infrastrukturnews

Foto: Infrastrukturnews

JAKARTA, PALUGADANEWS.com – Kementerian ESDM melakukan penandatanganan Kontrak Kegiatan Strategis senilai Rp 3,04 triliun. Penandatanganan kontrak tersebut disaksikan Preiden Joko Widodo didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, di Kantor Kementerian, Senin (29/2),

Menteri ESDM mengatakan bahwa Kementerian ESDM terus melakukan upaya perbaikan APBN. “Sejak tahun 2015, Kementerian ESDM mulai membentuk unit khusus yaitu Unit Pengendalian dan Pemantauan Pembangunan Infrastruktur (UP3I) yang bertugas mengawasi dan mengendalikan pembangunan infrastruktur yang didanai dari APBN,”  jelas Menteri ESDM, seperti dikutip dari laman esdm.go.id.

Menurut Sudirman,  upaya lain yang dilakukan kementerian adalah dengan mengangkat Pejabat Pengelola Pengadaan tidak terikat tahun anggaran, dan secara intens membahas pengelolaan APBN 2015 ditingkat pimpinan.

Kontrak yang ditandatangani meliputi 133 paket pekerjaan dengan nilai Rp 3,04 triliun, sebagian besar merupakan paket pekerjaan infrastruktur strategis. Terdiri atas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG), Jaringan Gas, Pipa Gas, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLT Sampah), Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLT Biogas) yang tersebar di berbagai lokasi di Indonesia.

Di antara kontrak tersebut terdapat satu kontrak dengan nilai terbesar yaitu pembangunan Jaringan Gas Prabumulih yang berlokasi di Sumatera Selatan dengan nilai kontrak Rp 493 miliar dan satu kontrak terjauh yaitu PLTS 2 Megawatt yang berlokasi di Manokwari, Papua Barat dengan nilai Rp 57 miliar.

“Pelaksanaan pembangunan infrastruktur strategis ini akan mempermudah akses masyarakat terhadap energi,seperti listrik dan gas, serta pemerataan distribusi energi di Indonesia”, lanjut Menteri ESDM.

Sudirman menegaskan, agar pelaksanaan kontrak berjalan lancar,  para pengelola anggaran diminta untuk bekerja sesuai ketentuan, para rekanan bekerja sesuai dengan spesifikasi dan waktu yang telah ditentukan, serta para penerima manfaat untuk memberi kemudahan dalam hal perizinan, mengawasi pelaksanaan dan memanfaatkan hasil pekerjaan sesuai dengan fungsinya.

“Dengan penataan yang lebih baik, dan didukung pengawasan yang lebih baik juga, seperti yang diungkapkan oleh Presiden, tentu kita berharap realisasi anggaran Kementerian ESDM tahun 2016, yaitu di atas 90%, dapat tercapai”, tegas Sudirman.