PTBA Bukukan Laba Bersih Rp2,04 Trliun Tahun 2015

Foto: ptba.co.id

Foto: ptba.co.id

PALUGADANEWS.COM, JAKARTA — Ditengah harga komoditas yang masih melemah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Bukit Asam membukukan kenaikan laba bersih sebesar 9,4 persen atau Rp2,04 triliun pada 2015.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan perusahaan pelat merah tersebut, laba bersih pada 2015 lebih tinggi dari periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada 2014 laba bersih hanya mencapai Rp1,86 triliun.

Kenaikan Laba tersebut didapat karena PTBA mampu menekan biaya produksi menjadi Rp 356.866/ton atau lebih rendah 10 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 394.784/ton.

Dari sisi Pendapatan, PTBA juga mengalami peningkatan sebesar 6 persen atau menjadi Rp 13,82 trillun dibanding Pendapatan tahun 2014 sebesar Rp 13,08 triliun. Pendapatan sejumlah ini merupakan Penjualan batubara sebanyak 19,10 juta ton atau 6 persen lebih tinggi dibanding volume Penjualan tahun 2014 sebesar 18,01 juta ton.

PT Bukit Asam juga berhasil meningkatkan produksi batu bara sebesar 18 persen atau menjadi 19,28 juta ton dibanding volume produksi tahun lalu sebesar 16,36 juta ton. Dari jumlah itu, 18,57 juta ton merupakan produksi Unit Pertambangan Tanjung Enim di Sumatera Selatan dan sisanya dari anak perusahaan,  PT Internasional Prima Coal di Kalimantan Timur .

Sementara itu, untuk tahun 2016 PTBA merencanakan volume Penjualan batubara sebesar 29,17 juta ton atau 51 persen lebih tinggi dibanding realisasi volume Penjualan tahun 2015 sebesar 19,28 juta ton.

Demikian juga dengan volume Produksi dan Pembelian 2016 direncanakan sebesar 28,32 juta ton atau naik 37 persen dibanding volume Produksi dan Pembelian tahun 2015 sebesar 20,71 juta ton.

Secara total jumlah produksi dan pembelian pada periode Januari hingga Desember 2015 menjadi sebesar 20,74 juta ton, kemudian peningkatan total volume menjadi 114,1 persen dibanding pencapaian pada periode sama tahun sebelumnya sebesar 18,17 juta ton. Hingga 31 Desember 2015, total aset Bukit Asam melonjak 13,6 persen menjadi Rp16,89 triliun dari angka sebelumnya Rp14,86 triliun.