Menteri Anis Resmi Larang MOS di Sekolah

Anies Baswedan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI

Anies Baswedan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI

PALUGADANEWS.COM, JAKARTA — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan secara resmi melarang acara rutin penerimaan siswa  baru berupa Masa Orientasi Sekolah (MOS) yang dilakukan oleh kalangan siswa atau pelajar.

“Meski pelaksananya anggota OSIS, akan tetap kita larang. Mulai tahun ini harus dilakukan oleh guru atau pengajar,” tegas Anies seperti dikutip dari Antaranews, Kamis (14/07/2016).

Menurut Anis, alasan dilarangnya MOS ini salah satunya adalah karena rawannya aksi perploncoan atau “bullying” dan bahkan  kekerasan yang dilakukan senior terhadap adik kelasnya yang baru masuk sekolah.

Bahkan telah terjadi sejumlah kasus kekerasan di lingkungan sekolah di beberapa daerah yang berakibat pada kematian, tuturnya.

“Ini tidak bisa lagi dibiarkan, karena tidak ada orang tua yang ingin mengantar anaknya ke sekolah dalam kondisi bahagia tetapi menjemputnya dengan kondisi yang menyedihkan,” kata Anies.

“Kegiatan tidak ada lagi dilakukan oleh senior, dan MOS hanya dilakukan oleh guru pada jam-jam belajar, serta di dalam lingkungan sekolah,” ujarnya.

Anies tetap menekankan bahwa kegiatan pengenalan harus bersifat edukatif dan menyenangkan.

“Siswa pun harus pakai seragam seperti belajar sehari-hari. Tidak perlu pakai aksesoris yang aneh-aneh, harus pakai atribut sekolah,” kata Anies.

 

 

Berita Terkait:

Idrus Marhan: Golkar Satu Suara Usung Jokowi di Pilpres 2019
Presiden Joko Widodo Batalkan 3.143 Peraturan Daerah
Kementan Targetkan Tanam 10.000 Hektar Jagung di Sumsel
Pemerintah Terbitkan Izin Impor 23.200 Ton Daging Sapi ke Swasta
Tingkat Membaca dan Menulis Masyarakat Indonesia Rendah
2016, Dana Desa Untuk Sumsel Rp 1,7 triliun
Menteri Marwan: Dana Desa Jangan Digunakan Membeli Kendaraan Dinas