Kopi Robusta Semendo Terima Sertifikasi IG dari Kemenkumham

Bupati Muara Enim Muzakir Sai Sohar menerima Sertifikasi IG untuk produk Kopi Robusta Semendo dari Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly di Istana Wakil Presiden Senin, (18/07/2016)

Bupati Muara Enim Muzakir Sai Sohar menerima Sertifikasi IG untuk produk Kopi Robusta Semendo dari Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly, di Istana Wakil Presiden, Senin, (18/07/2016)

JAKARTA, Kopi Robusta Semendo Kabupaten Muara Enim, mendapat sertifikat indikasi geografis (IG) dari Kementrian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham).

Penyerahan sertifikat IG ini, dilakukan oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasona Laoly kepada Bupati Muara Enim Muzakir Sai Sohar, disaksikan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, di Istana Wakil Presiden, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (20/07/2016).

Dengan penyerahan sertifikat ini nama Kopi Robusta Semendo bisa dipakai untuk jenis barang kopi. Kopi produk Muara Enim mendapat perlindungan hukum atas pemakaian nama Semendo.

Menurut Kepala Dinas Perkebunan Muara Enim, Mat Kasrun, Kopi Robusta Semendo memiliki cita rasa yang khas dan unik. Selain itu kondisi geografis daerah Semendo juga menjadi penilaian dari Kemenkumham.

“Kopi Robusta kini sudah terlindungi secara hukum, sehingga tidak bisa disalahgunakan oleh pihak lain yang¬† akan merusak citra Kopi Robusta Semendo,” ujar Mat Kasrun yang dihubungi Palugadanews.com melalui telepon, Selasa (19/07/2016).

Mat Kasrun mengatakan, untuk terus meningkatkan mutu Kopi Robusta Semendo ini, Dinas Perkebunan Muara Enim akan melakukan terus pendampingan bagi petani kopi Semendo.

“Sertifikasi IG itu bisa dicabut oleh Kemenkumham jika cita rasa kopi itu berubah. Untuk itu kita terus melakukan pedampingan untuk pengelolaan pasca panen, sehingga cita rasa kopi tidak berubah,” tambah dia.

Untuk menjaga cita rasa kopi tersebut, pihaknya meminta kepada para petani kopi di Semendo untuk tidak menjemur kopi di pinggir jalan, karena selain akan merusak cita rasa kopi juga membahayakan para pengguna jalan.

“Kita sudah berulang-ulang melakukan sosialisasi kepada para petani kopi di Semendo, agar tidak menjemur kopi¬† di pinggir jalan, karena akan merusak cita rasa kopi dan membahayakan pengguna jalan,” tambah dia.

Selain penyerahan sertifikasi IG untuk Kopi Robusta Semendo, beberapa produk lokal dari daerah yang lain juga mendapatkan penghargaan yang sama, yaitu Teh Java Preangaer dari Jawa Barat, Garam Amed dari Bali, dan Jeruk Keprok Gayodari Aceh. Kopi Liberika Rangsang Meranti dari Riau, Lada Hitam dari Lampung, dan Kayu Manis Kerinci dari Jambi.

IG adalah sebuah sertifikasi dilindungi undang-undang yang diberikan pada produk tertentu yang sesuai dengan lokasi geografis tertentu atau asal (seperti kota, wilayah, atau negara).

IG mengakui produk dengan kualitas tertentu, dibuat sesuai dengan metode tradisional, atau menikmati reputasi tertentu dan atribut wilayah tertentu.

Produk-produk tersebut umumnya berupa produk tradisional yang dihasilkan masyarakat pedesaan dari generasi ke genarasi. Produk ini bahkan telah dikenal luas di pasar karena kualitasnya spesial.

Sampai saat ini, ada sekitar 35 produk-produk lokal di Indonesia yang didaftarkan di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Dengan Sertifikasi IG, produk-produk yang telah terdaftar tidak hanya terlindungi secara hukum, akan tetapi membuka pintu bersaing di pasar dunia internasional pula.