KPAI Proses Laporan 15 Orang Korban Pelecehan Anak

(Foto: Ilustrasi)

(Foto: Ilustrasi)

PALUGADANEWS.COM, PALI — Komisi Perlindungan Anak Indonesia Pusat segera memproses laporan korban pelecehan seksual yang dilakukan pelaku Nu (48), warga Desa Harapan Jaya Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Sumatera Selatan.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Putu Elvina di Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),  Sabtu kemarin, mengatakan KPAI Pusat segera berkordinasi dan menyurati Polres Muara Enim dan Pemerintah Kabupaten PALI, guna menindak lanjuti laporan pelecehan seksual anak di bawah umur tersebut, untuk tindakan penegakan hukum dan perlindungan hukum bagi para korban.

“Anak-anak di bawah umur akan trauma dengan hal ini, begitu juga secara psikologis,” katanya di Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), seperti dilansir dari Antara Sumsel, Senin (26/09/2016).

Menurut dia, anak-anak yang menjadi korban tersebut harus segera dibantu dengan bimbingan konseling, psikologis agar bisa kembali memiliki semangat untuk masa depanya.

Oleh karena itu, kata dia, Kabupaten PALI yang belum memilik KPAID perlu didukung oleh pemerintah kabupaten setempat juga penegak hukum untuk segera membentuk Komisioner KPAID PALI.

Namun, kata Elvina, hal yang perlu diingat masa depan bangsa ini ada pada anak-anak sebagai estafet penerus bangsa.

Ia menambahkan KPAI segera menindak lanjuti laporan ini, begitu juga penegakan hukum serta dukungan pemerintah daerah untuk memulihkan anak-anak tersebut dari trauma peristiwa yang dialaminya.

Kapolres Muara Enim AKBP Hendra Gunawan saat dikonfirmasi menegaskan pihaknya saat ini telah menahan pelaku untuk proses pengembangan.

Kapolres menjelaskan, untuk mengungkap dan menindak lanjuti kasus pelecehan 15 anak dibawah umur tersebut, baru 11 orang anak yang diperiksa semuanya dimintai keterangan. Polres akan menjerat pelaku dengan UU Perlindungan Anak, katanya.

Selain itu, kata Hendra, untuk menekan terjadinya kasus seperti ini, pihaknya bekerja sama Komisi Perlindungan Anak Daerah terus mensosialisasikan tentang UUD Perlindungan anak.

Sementara dampak dari perbuatan pelaku, selain mengganggu kejiwaan anak, dari tiga korban yang berjumlah 15 korban rata-rata mengalami sakit fisik dibagian alat kelaminnya.

Kronologis kejadian ini terungkap setelah satu anak mengaku menjadi korban pelecehan dan setelah polisi mendapat laporan tersebut melakukan pengembangan.

Polisi berhasil menangkap pelaku dan setelah menjalani pemeriksaan dia mengaku sudah mencabuli 15 anak usia laki-laki di bawah umur dan masih duduk dibangku Sekolah Dasar.

Trik pelaku menjerat korban dengan mengiming-imingi memberikan sejumlah uang. Kemudian Pelaku mengajak ke rumahnya lalu memijat serta memegang alat kelamin korban juga menghisapnya.

Dari tiga korban pencabulan mengaku mengalami sakit di bagian alat kelamin dan mengeluarkan nanah, kata Yadi, salah satu keluarga korban.

“Keponakan kami sekarang ada luka di bagian dalam kelaminnya, dan mengeluarkan nanah,” katanya.

Menurutnya, sekarang para orangtua korban telah melaporkan perbuatan pelaku ke Polsek Tanah Abang, sementara anak-anak yang menjadi korban tetap sekolah seperti biasa, hanya yang mengalami sakit masih diobati dengan cara rawat jalan.

“Kami selaku keluarga dan masyarakat meminta kepada penegak hukum agar pelaku dihukum seberat-beratnya, dan kami tidak menginginkan orang tersebut kembali lagi ke Desa ini,” katanya. (ANTARA)

 

BERITA LAIN:

Akbid Muara Enim Layak Digabung Dengan Poltekkes Negeri Palembang
Bupati Muzakir Buka TMMD di Harapan Jaya Muara Enim
Keuangan Minim, Pemprov Sumsel Stop Pembayaran SPPD
Akbid Muara Enim Hijaukan lingkungan dengan Hidroponik