Pemkab Muara Enim Bentuk Tim Sikapi Konflik Masyarakat dan PT R6B

14331549_120300000158351445_918044395_n

PALUGADANEWS.COM, MUARA ENIM — Pemerintah Kabupaten Muara Enim memfasilitasi pertemuan antara masyarakat Kecamatan dan Kecamatan Gelumbang dengan PT Roempoen Enam Bersaudara (R6B) yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit di Kantor Camat Sungai Rotan, Selasa (13/9/2016).

Hadir dalam pertemuan tersebut Dandim 0404 Muara Enim Letkol Infantri Djamaludin, Kapolres Muara Enim AKBP Hendra Gunawan,  Kepala Kejaksaan Negeri Muara Enim Adhyaksa Darma Yuliano, Ketua DPRD Muara Enim Aries HB, Ketua Komisi I DPRD Muara Enim Faizal Anwar,  Anggota DPRD Muara Enim Dapil 3, perwakilan masyarakat Sungai Rotan dan Gelumbang serta perwakilan PT R6B.

Hasil pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Muara Enim membentuk tim khusus yang dipimpin Assisten I Pemkab Muara Enim serta SKPD untuk menyelesaikan tuntutan masyarakat terhadap PT R6B.

Tim diberi waktu selama 2 minggu untuk menyelesaikan tuntutan warga terkait ganti rugi lahan dan sawah, realisasi kebun plasma, dan larangan warga melitas di HGU milik PT R6B.

BERITA LAIN:
Usai Pertemuan, Unsur Muspida Temui Masyarakat
Oknum TNI Beking Perusahaan Perkebunan R6B
Komisi I DPRD Muara Enim Rapat Bahas Pengrusakan Kebun Warga Oleh PT R6B
Muzakir: PT R6B Tidak Punya Niat Baik Menyelesaikan Sengketa Dengan Warga.

Pada pertemuan yang dipimping langsung oleh Bupati Muara Enim ini, ada lima tuntutan masyarakat terhadap PT R6B. Pertama masyarakat meminta PT R6B segera merealisasikan kebun plasma di tujuh desa yang berada di area HGU perusahaan, yakni Desa Sukamerindu, Desa Sungai Rotan, Desa Sukadana, Desa Kasai dan Desa Paya Angus di Kecamatan Sungai Rotan, dan dua desa lainnya yakni Desa Teluk Limau dan Desa Betung di Kecamatan Gelumbang.

Kedua, masyarakat meminta perusahaan segera mengganti rugi kebun dan padi yang rusak dan gagal panen akibat pembangunan kanal milik perusahaan.  Ketiga, masyarakat dibebaskan melintas di areal HGU PT R6B untuk ke kebun. Kelima, masyarakat mempertanyakan kepada Dandim tentang banyaknya anggota TNI bersenjata yang menjadi satpam perusahaan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Muzakir meminta kepada perusahaan agar masyarakat diberikan kebebasan untuk melintasi atau masuk wilayah HGU PT R6B. Mengingat kata dia, dalam wilayah HGU tersebut ada kebun milik masyarakat.

PT R6B sendiri melalui salah seorang perwakilannya, Situmorang, menjamin masyarakat beraktivitas melintas wilayah di HGU PT R6B.

Sementara itu, diluar ruang pertemuan, massa yang diperkirakan berjumlah 300 orang dari tujuh desa memadati halaman  Kantor Camat Sungai Rotan. Mereka dengan tenang menunggu hasil pertemuan perwakilannya dengan pihak perusahaan.