KPU: Calon Kepala Daerah Dilarang Memberi Doorprize

Pilkada langsung

PALUGADANEWS.COM, JAKARTA — Komisi Pemilihan Umum (KPU) melarang calon kepala memberikan doorprize (hadiah) kepada masyarakat saat kampanye 2017. Pelarangan tersebut berlaku untuk semua kampanye.

Baca Juga: KPU Gandeng BNN, Pastikan Calon Kepala Daerah Bebas Narkoba

Hal tersebut disampaikan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Ida Budhiati  di Kantor KPU RI, Jakarta, Selasa 12 Oktober 2016.

Menurut Ida, walaupun UU memperbolehkannya, tapi aturan KPU menegaskan melarang hal tersebut.

Baca Juga: KPU: Jelang Pilkada Dana Bansos dan Hibah Rawan Penyelewengan

“Undang-undang memperbolehka memberi hadiah, kemudian KPU perlu mengatur bentuk kegiatan mana yang boleh diberikan hadiah, boleh memberi hadiah kalau bentuknya perlombaan tapi kalau doorprize tidak boleh,” ujarnya.

Baca Juga: Baca Juga: Sandiaga Uno Habiskan Miliaran Rupiah Untuk Pilkada DKI

Dijelaskan dia, larangan tersebut terdapat pada Pasal 67 Peraturan KPU No 12 Tahun 2016 tentang kampanye, yang berbunyi “Gubernur atau wakil gubernur, bupati atau wakil bupati, dan walikota atau wakil walikota dilarang menggunakan kewenangan, program, dan kegiatan yang menguntungkan atau merugikan  salah satu pasangan calon baik di daerah sendiri maupun di daerah lain dalam waktu enam bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan penetapan pasangan calon terpilih.

Baca Juga: Baca Juga: Awas Kampanye Terselebung, Modus Pelanggaran Pilkada Terbanyak

KPU juga meminta kepada calon kepala daerah petahana agar tidak memanfaatkan program pemerintah untuk berkampanye.

“Menggunakan program pemerintah untuk ditumpangi kegiatan kampanye, itu yang dilarang,” tegas dia.