Bupati Muzakir Larang Truk Batubara Lewat Jembatan Enim Tiga

Bupati Muara Enim Muzakir Sai Sohar meninjau kondisi Jembatan Enim Tiga di Desa Karang Raja, Kecamatan Muara Eni, Kamis (03/11/2016).

Bupati Muara Enim Muzakir Sai Sohar meninjau kondisi Jembatan Enim Tiga di Desa Karang Raja, Kecamatan Muara Eni, Kamis (03/11/2016).

PALUGADANEWS.COM, MUARA ENIM — Bupati Muara Enim Muzakir Sai Sohar meminta truk batubara yang bermuatan berat tidak melewati Jembatan Enim Tiga. Kondisi pondasi jembatan yang longsor akibat tergerus air Sungai Enim yang deras mengakibatkan rawan untuk dilalui kendaraan bermuatan berat.

“Kondisi tanah di bawah jembatan terus mengalami pergerakan, akibat luapan air Sungai Enim. Sehingga mempengaruhi struktur konstruksi jembatan,” kata bupati saat meninjau Jembatan Enim Tiga di Desa Karang Raja, Kecamatan Muara Enim, bersama Wakil Bupati Muara Enim Nurul Aman, Kamis (03/11/2016).

Bupati prihatin dengan kondisi jembatan tersebut. Dia menginstruksikan dinas terkait untuk membatasi kendaraan yang melintas di kawasan tersebut dan secepatnya melakukan perbaikan.

“Kondisi jembatan ini membahayakan jika dilalui truk bermuatan berat karena dapat mengakibatkan ambruknya jembatan,” ujar bupati.

BACA JUGA:

Sementara itu, Kepala Dinas PU Cipta Marga dan Pengairan Muara Enim, Yani Herianto mengatakan, saat ini pihaknya telah melakukan penanganan darurat dengan membersihkan sampah yang menumpuk di tiang jembatan. Tujuannya agar luapan air bisa mengalir dengan lancar.

Untuk perbaikan jembatan, lanjut dia, sebenarnya telah dianggarkan dalam APBDP 2016. Namun kata dia, kondisi cuaca dan tahun anggaran yang singkat sehingga belum memungkinkan untuk dilakukan perbaikan pada tahun anggaran ini.

“Perbaikan tanggul jembatan telah kita anggarkan pada APBD 2017 sebesar Rp 5 miliar,” ujar Yani.

Jembatan Enim Tiga berada di Desa Karang Raja, Kecamatan Muara Enim. Jembatan tersebut merupakan akses jalan lingkar baru yang menghubungkan terminal regional menuju jalan lintas provinsi. Dengan adanya jembatan truk dan bus tidak melalui jalan kota Muara Enim lagi, sehingga bisa mempersingkat waktu dan jarak tempuh.