Januari 2017 Kebijakan BBM Satu Harga diberlakukan

ESDMPALUGADANEWS.COM, JAKARTA — Pemerintah akan mulai memberlakukan kebijakan BBM satu harga mulai Januari 2017.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar usai memberikan kuliah  umum di Aula Barat Kampus ITB Jalan Ganesha Kota Bandung, Sabtu (12/11/2016) kemarin.

“Januari 2017, proses pengundangannya sudah dari kita sekarang diproses di Menkumham ya,”  kata Arcandra.

Arcandra mengatakan penerapan kebijakan satu harga BBM diluncurkan  Presiden Jokowi merupakan upaya untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan pertumbuhan ekonomi. Melalui kebijakan ini harga masyarakat di Jawa dan Papua dapat menikmati harga BBM yang sama.

PILIHAN REDAKSI:

Sebelumnya diberitakan, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat lakukan kunjungan kerja ke Provinsi Papua 18 Oktober 2016 lalu mencanangkan kebijakan satu harga untuk BBM dengan memberikan tugas kepada Menteri BUMN dan Pertamina untuk segera mewujudkan BBM satu harga di Papua dan Papua Barat.

Menurut Jokowi,  dengan adanya kebijakan tersebut diharapkan ke depannya perekonomian Papua akan semakin tumbuh.

“Kebijakan BBM satu harga nanti bisa membantu menumbuhkan ekonomi dan memperbaiki kesejahteraan. Karena jelas biaya transportasi akan lebih murah, biaya logistik akan lebih murah, sehingga harga juga akan bisa diturunkan,” ujar Jokowi.

Kebijakan satu harga BBM merupakan upaya pemerintah untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia karena saat ini yang terjadi harga BBM antara kawasan Indonesia Bagian Barat berbeda dengan Indonesia Bagian Timur.

Melalui kebijakan ini maka BBM satu harga di provinsi Papua dan Papua Barat sudah siap diwujudkan dengan harga jual premium 6.450 rupiah per liter dan solar 5.150 rupiah per liter.  Harga tersebut tidak hanya di SPBU, tapi juga di titik serah terima yang lebih rendah seperti di tingkat penyalur atau agen.