Pemerintah Buka Penerimaan 8 Sekolah Kedinasan

Kampus IPDN

Kampus IPDN

PALUGADANEWS.COM, JAKARTA — Pemerintah membuka pendaftaran bagi siswa dan siswi lulusan SMU sederajat untuk mengikuti seleksi calon siswa/taruna di  8 sekolah kedinasan.

Kedelapan sekolah kedinasan tersebut yaitu Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN),  Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD), Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (POLTEKIP).

Kemudian Politeknik Imigrasi (POLTEKIM, Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG), dan Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN).

Pendaftaran delapan sekolah kedinasan tersebut secara serentak dan online melalui laman www.panselnas.id, mulai 9-31 Maret 2017.

BERITA LAINNYA:

Menurut Sekretaris Menurut Sekretaris Kemenpan RB Dwi Wahyu Atmaji, seleksi akan dilakukan secara bertahap di kementerian/lembaga masing-masing. Salah satu tahapan seleksi adalah Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan menggunakan Computer Assisted Tes (CAT).

“Untuk tahapan seleksi lainnya diatur oleh kementeria/lembaga masing-masing,” terang Dwi, seperti dikutip dari laman www.kemenpanrb.go.id, Kamis (2/3/2017).

Peserta yang memenuhi syarat ikut SKD, lanjut dia, akan dikenakan biaya Rp 50.000,0 per peserta. Ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 63/2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku di Badan Kepegawaian Negara.

“Beberapa dinas juga akan memungut biaya pendaftaran, yaitu KN STAN (Kemenkeu), STTD (Kemenhub), STIS (BPS) dan STMKG (BMKG). Pengaturannya dilakukan oleh masing-masing kementerian/lembaga,” tambahnya.

Ditegaskan Dwi, peserta yang dinyatakan lulus semua tahapan seleksi berhak mengikuti pendidikan.

“Pengangkatan jadi CPNS dilakukan setelah dinyatakan lulus pendidikan dan memperoleh ijazah dari lembaga pendidikan kedinasan bersangkutan, serta setelah usai ditempatkan pada jabatan tertentu berdasarkan usulan dari kementerian/lembaga bersangkutan dan pemda yang melakukan pola pembibitan bagi lulusan STTD berdasarkan formasi yang ditetapkan Menteri PANRB,” terang dia.

Dwi mengingatkan agar masyarakat berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya penipuan yang dikaitkan dengan proses penerimaan tersebut.

“Tidak ada satu orang atau pihak manapun yang dapat membantu kelulusan dengan kewajiban menyediakan uang dalam jumlah tertentu,” pungkasnya.