Saling Mendahului Di Jalan Raya, Dua Supir Truk Batubara Terlibat Perkelahian

Yuliansyah, supir truk batubara mengalami luka bacok dilengan kirinya setelah terlibat perkelahian dengan rekan seprofesinya, Handoko. Jumat (18/3/2017). (Foto: Humas Polres Muara Enim).

PALUGADANEWS.COM, MUARA ENIM– Diduga gara-gara saling mendahului saat mengemudikan truk, dua orang sopir angkutan truk batubara, berkelahi. Seorang sopir, Yuliansyah dibacok temannya, Handoko, hingga korban mengalami luka  di bagian tangan kiri, Jumat (17/3/2017), pukul 11.00 WIB.

Peristiwa tersebut berawal ketika Handoko mengendarai truknya. Tidak lama kemudian muncul truk yang dikendarai Yuliansyah dan terjadilah aksi saling mendahului.

BERITA LAINNYA:

Saat keduanya berhenti di sebuah rumah makan yang sama di Desa Lembak, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, aksi saling mendahului di jalan tadi berlanjut dengan aksi adu mulut di rumah makan tersebut.

Handoko lalu menuju mobilnya mengambil sebilah parang, tak lama kemudian parang itu lalu diayunkan ke arah Yuliansyah dan mengenai tangan kirinya.

Melihat rekan seprofesinya terluka, Handoko langsung menuju ke truk dan mengendarainya ke arah Palembang. Sementara Yuliansyah langsung dilarikan ke Puskesmas Gelumbang dan dirujuk ke Rumah Sakit AR Bunda Prabumulih untuk mendapatkan perawatan.

Petugas Kepolisian Polsek Lembak yang mendapatkan laporan, langsung mengejar tersangka. Akhirnya tanpa perlawanan, Handoko berhasil diamankan di jalan lintas wilayah Gelumbang. Turut diamankan juga sebilah parang panjang sebagai barang bukti yang digunakan tersangka membacok korban.

Kapolres Muara Enim AKBP Hendra Gunawan melalui Kapolsek Lembak AKP Aidil  mengatakan kedua supir batubara tersebut terlibat aksi saling mendahului di jalan raya.

“Keduanya terlibat aksi saling mendahului di jalan raya dan mengakibatkan ketersinggungan, kata Aidil.

Dikatakan Aidil, pelaku telah  diamankan di Polsek Lembak beserta barang bukti. Sementara korban sudah dibawa ke  Rumah Sakit Bunda Prabumulih untuk mendapatkan perawatan. Akibat perbuatannya tersebut pelaku diancam pasal 351 KHUPA tentang penganiayaan.