Tambang Batubara di Tanjung Agung Terbakar

Api dan asap hitam hitam tampak keluar dari lubang tambang yang terbakar.

PALUGADANEWS.COM, MUARA ENIM — Tambang batubara rakyat di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim terbakar.

Kebakaran tersebut sudah berlangsung sekitar sepekan yang lalu. Warga telah berusaha memadamkan, namun ternyata kobaran api sulit dipadamkan.

Khawatir api semakin membesar, warga kemudian melaporkan kebakaran tersebut  ke Polsek Tanjung Agung dan tim Pemadam Kebakaran.

Terbakarnya lokasi tambang tersebut disebabkan cuaca yang cukup panas. Selain itu, tiupan angin yang kencang menyebabkan api dan asap hitam terus keluar dari lubang tambang yang terbakar.

Wakil Bupati Muara Enim H Nurul Aman, didampingi Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan dan Ketua Komisi I DPRD Muara Enim Faizal Anwar, saat meninjau lokasi kebakaran mengatakan, Pemkab Muara Enim telah mengerahkan petugas dan mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadiaan, dibantu  masyarakat sekitar untuk melakukan pemadaman.

BACA JUGA:

“Penadaman api selain disemprot dengan air, juga menimbun lubang bekas galian dengan pasir agar api-api benar-benar padam dan tidak terjadi semburan susulan,” ujar Nurul di lokasi kebakaran, Kamis (30/3/2017)..

Wabub menghimbau warga agar  tidak lagi melakukan aktivitas penambangan tanpa izin supaya kejadian serupa tidak terjadi lagi. Terkait persoalan perizinan tambang rakyat ini, lanjut dia, Pemkab Muara Enim akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pertambangan Provinsi, mengingat lahan tambang tersebut berada di Kabupaten Muara Enim.

Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Untuk memadamkan api, kata Leo, pihaknya bersama unsur Muspida meminta bantuan PT BA.

“Saat ini kita fokus untuk menutup lubang dan dibuat saluran gas metanol agar  tidak meledak,” ujar Leo.

Hanya satu lokasi tambang saja yang terbakar, namun lokasi tersebut memiliki lubang yang saling berhubungan. Sementara lahan atau lokasi yang terbakar ini disinyalir masih melakukan kegiatan galian tambang ilegal.

“Ini kan tambang rakyat, banyak pihak terlibat di dalamnya seperti pemilik lahan dan penambang. Maka untuk menutup aktivitas tambang rakyat ini, butuh koordinasi semua pihak mulai dari pemerintah daerah dan warga penambang. Untuk sementara kita sudah memintai keterangan beberapa orang saksi,” jelas Leo.

Sementara itu, ditempat yang sama, Ketua Komisi I DPRD Muara Enim Faizal Anwar menyampaikan, kebakaran tambang rakyat tersebut merupakan peringatan bagi pihak terkait agar segera menertibkan tambang-tambang rakyat yang melanggar peraturan yang berlaku.

“Instansi terkait hendaknya segera mengambil sikap tegas atas tambang-tambang ilegal dan tambang yang tidak memenuhi standar penambangan yang benar berdasarkan undang-undang,” ujar Faizal.