Wartawan Dilarang Meliput, PTBA Minta Maaf

PTBA menggelar pertemuan dengan sejumlah wartawan terkait insiden pelarangan liputan pada malam puncak HUT PTBA, Jumat malam lalu.

PTBA menggelar pertemuan dengan sejumlah wartawan, Sabtu (11/3/2017), terkait insiden pelarangan liputan pada malam puncak HUT PTBA, Jumat malam lalu.

PALUGADANEWS.COM, MUARA ENIM — PT Bukit Asam (PTBA) menggelar pertemuan dengan sejumlah wartawan di Rumah Makan Sederhana, Muara Enim, Sabtu  (11/3/2017), terkait larangan wartawan meliput pada malam puncak peringatan HUT PTBA di GOR Bukit Asam, Tanjung Enim, Jumat malam lalu.

Hadir dalam acara tersebut Direktur Pengembangan Usaha PTBA Suryo Eko, Sekertaris Perusahaan PTBA Adib Ubaidillah, Humas PTBA Asmara Karma, Ketua PWI Muara Enim Andi Chandra dan sejumlah wartawan di Muara Enim.

BERITA LAINNYA:

“Kami dari manajemen perusahaan menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang terjadi tadi malam terhadap rekan- rekan media. Hal tersebut adalah kesalahan kami dari manajemen karena adanya miss komunikasi antara panita dan bagian sekper perusahaan,” ujar Adib.

Adib mengatakan, agar insiden serupa tidak terjadi lagi, pihaknya akan membentuk bagiaan khusus untuk mengurus hubungan dengan media.

“Nanti akan dibuat identitas tersendiri untuk para jurnalis dan juga akan membuat group whatsappp khusus yang anggotanya  Humas PTBA dan rekan media, sehingga koordinasi antara pihak perusahaan dan media akan selalu terjalin dengan baik,” terang Adib.

Senada dengan Adib, Direktur Pengembangan Usaha PTBA Suryo Eko juga menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut.

“Saya merasa sangat malu atas kejadiaan tadi malam, mengingat selama ini hubungan antara perusahaan dan media sangatlah baik. Selanjutnya saya mewakili jajaran direksi minta maaf atas kekhilafan yang terjadi pada malam acara puncak HUT PTBA tadi malam,” kata Eko.

Eko berharap hubungan baik antara PTBA dan wartawan yang berada di Muara Enim dan Lahat tetap terjalin dengan baik.

“Kami sangat menghargai profesionalitas rekan-rekan jurnalis sekalian terutama dalam indenpendensi membuat berita. Namun saya berharap berita yang dibuat agar berimbang, jangan sampai beritanya malah menimbulkan kesan negatif,” harap Eko.

Ditambahkannya, dengan berita yang berimbang  tersebut akan selalu terjalin dengan baik harmonisasi antara PTBA dengan awak media.

Sementara itu, Ketua PWI Muara Enim Andi Candra mengungkapkan kekecewaannya atas pelarangan peliputan oleh pantia HUT PTBA.

“Rekan-rekan media yang datang itu mendapat undangan dari manajemen PTBA. Selain itu kita juga mendapat undangan dari Humas Pemkab Muara Enim untuk meliput kehadiran bupati pada acara itu,” jelas Andi.

Namun, Andi menghargai niat PTBA mengadakan pertemuan dan mengajak para awak media untuk dapat memberikan maaf kepada perusahaan batubara milik pemerintah tersebut.

“Semoga kejadian ini ada hikmahnya dan ada perbaikan sehingga hubungan antara media dan perusahaan semakin harmonis,” tutur Andi.