Polisi Imbau Pelajar di Muara Enim Tak Konvoi Usai Kelulusan

(Foto: berawan.com)

PALUGADANEWS.COM, MUARA ENIM — Polisi Resor (Polres) Muara Enim mengimbau agar para pelajar SMA di Muara Enim ┬átidak melakukan konvoi merayakan kelulusan.

Pengumuman kelulusan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat akan dilaksanakan pada hari ini, Selasa (2/5/2017). Hal itu disampaikan Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan, Minggu, (30/04/2017) kemarin.

“Merayakan kelulusan sekolah itu dengan rasa syukur dan menjadikannya titik awal perjuangan untuk meneruskan pendidikan yang lebih tinggi lagi untuk mencapai cita-cita. Bukan dengan corat-coret dan konvoi, itu menjadi aktivitas yang kontra produktif karena merugikan dan membahayakan diri sendiri, teman dan masyarakat yang akan merasa terganggu oleh aktifitas tersebut,” kata Leo

Leo meminta para pelajar untuk tetap mematuhi peraturan lalu lintas serta pihak sekolah diharapkan dapat menghimbau peserta didiknya agar menjaga keamanan dan ketertiban selama pengumuman kelulusan pada 2 mei 2017 mendatang.

Senada juga diungkapkan Kasi Kurikulum SMA Dinas Pendidikan Sumsel, Arwan saat dibincangi awak media beberapa waktu lalu.

Pihaknya telah mengimbau seluruh sekolah agar melarang siswanya merayakan kelulusan dengan konvoi dan coret seragam.

“Selain itu, untuk mengantisipasi hal tersebut, kita juga menghimbau pihak sekolah agar hasil kelulusan diumumkan melalui website sekolah atau dikirim melalui pos. Namun hal ini sepenuhnya kewenangan dari sekolah masing-masing,” ujar Arwan.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Ujanmas Pendrizal mengatakan sekolah mereka melarang para siswa untuk melakukan perayaan kelulusan dengan cara coret-coret dan konvoi dijalanan.

Jika hal tersebut dilakukan oleh anak didiknya maka mereka akan memberi sangsi tegas pada para siswa yang melakukan aksi tersebut.

“Kami tidak menyuruh siswa kelas XII datang ke sekolah karena kami akan mengirim surat kelulusan tersebut ke rumahnya melalui pos. Hal tersebut kami lakukan agar para siswa tidak merayakan kelulusannya secara berlebihan,” lanjut Pendri.