Air Bahan Baku PDAM Lematang Enim Tercemar Galian C dari Lahat

Debit Sungai Enim yang terus naik dan berwarna coklat, Minggu (20/8) kemarin.

PALUGADANEWS. COM, MUARA ENIM — Kualitas Sungai Lematang dan Enim yang menjadi sumber bahan baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lematang Enim di Muara Enim yang jelek menyebabkan air yang dihasilkan PDAM Lematang Enim menjadi buruk.

“Kualitas air baku di sungai Enim memburuk sejak beberapa tahun terakhir, akibat adanya aktivitas galian C di Sungai Lematang Kabupaten Lahat,” ungkap Seketaris Daerah (Sekda) Muara Enim Hasanudin kepada wartawan, Selasa (22/8).


Berita Lain: 


Menurut Hasan, kualitas air dari Sungai Lematang dan Enim sebagai bahan baku PDAM Lematang Enim yang buruk mempengaruhi layanan PDAM. “Penyebabnya sungai sudah banyak tercemar. Salah satunya karena aktivitas penggalian batu di Lahat,” ujar Hasan.

Hasan mengatakan, aktivitas galian C di Kabupaten Lahat sudah melampaui batas. Alat berat dibiarkan menggali sungai selama 24 jam.

“Kalau di Kabupaten Muara Enim hal ini sudah dilarang dan tak boleh, bahkan larangan ini sudah dibuatkan Perda-nya,” tuturnya.

Sebelumnya, dalam rapat paripurna penyampaian pemandangan umum dewan terhadap 12 Raperda, Senin (21/8) kemarin, sejumlah fraksi menyoroti kualitas layanan PDAM Lematang Enim yang tidak maksimal.

Namun, PDAM berkilah bahwa pelayanan mereka dipengaruhi oleh kualitas air baku sungai yang terus-menurus menurun.

Bupati Muara Enim Muzakir Sai Sohar, menjelaskan bahwa PDAM Lematang Enim mengambil air baku dari Sungai Lematang dan Sungai Enim yang saat ini kondisinya sudah keruh.

“Pada hulu sungai banyak terdapat perusahaan industri membuat kualitas air baku buruk, sehingga turut berdampak terhadap layanan PDAM Lematang Enim,” jelas Muzakir.

Sehingga, lanjut bupati, limbah dari hasil tambang mempengaruhi kualitas air baku dan pada saat musim penghujan kekeruhannya bisa mencapai 2000 nephelomatric turbidity (NTU). Untuk melakukan penjernihan PDAM Lematang Enim masih menggunakan bahan kimia tawas.

“Apabila kualitas air bersih akan ditingkatkan, maka perlu menggunakan bahan kimia yang lebih baik dari tawas yaitu aluminium chlorhide (PAC). Apabila disbandingkan dengan PDAM Tirta Musi, kondisi air baku  mereka lebih stabil. Sedangkan PDAM Lematang Enim kondisi air bakunya selalu berubah ubah,” jelas Muzakir.