Ratusan Guru di Jawa Barat Pelanggan Pemalsuan Sertifikasi di Tambora

 Kepolisian Daerah Jawa Barat membongkar praktek pembuatan sertifikat dan ijazah palsu di sebuah rumah di Gang Siaga I, Jalan Pangeran Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (8/8).

PALUGADANEWS.COM, JAKARTA — Ratusan guru di Jawa Barat menjadi pelanggan pemalsuan surat sertifikasi di Tambora, Jakarta Barat.

Hal tersebut terungkap ketika Kepolisian Daerah Jawa Barat membongkar praktek pembuatan sertifikat dan ijazah palsu di sebuah rumah di Gang Siaga I, Jalan Pangeran Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (8/8).

Di lokasi penggerebekan, polisi mengamankan pencetak dokumen palsu TM, sedangkan pemilik rumah T T masih buron. Selain itu polisi juga menemukan 300 surat sertifikasi palsu milik guru di Jawa Barat.


Berita Lain:


“300 guru kita ungkap yang dia punya sertifikasi. Tapi dari photocopy itu digandakan untuk ‘disekolahkan’ ke bank lain,” terang Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Yusri Yunus, di  Tambora, Jakarta Barat, Selasa (8/8/2017).

Menurut Yusri, para guru ini memesan sertifkat palsu ini dari seorang agen berinisial YY yang telah diamankan polisi.

Sertifikat palsu tersebut, lanjut dia, digadaikan ke Bank Perkreditan Rakyat (BPR), dengan nilai mencapai Rp 80 juta. Uang tersebut kemudian dibagi-bagi antara pemilik sertifikat palsu, agen, hingga oknum pegawai bank.

Terungkapnya praktek pemalsuan sertifikat ini merupakan hasil pengembangan berawal  ketika Ditreskrim Polda Jabar mengungkap satu penipuan penggelapan berdasarkan laporan manajemen dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di daerah Jawa Barat yang merasa ada anggarannya kebocoran dana Rp 34 miliar.

Polisi masih akan menyelidiki peredaran dokumen-dokumen palsu tersebut. Para pelaku dikenakan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.