Warga Keluhkan Kualistas Rastra, Patah Hingga Berkutu

Beras sejahtera (Rastra)

PALUGADA NEWS.COM, MUARA ENIM — Masyarakat mengeluhkan kualitas beras sejahtera (Rastra) yang sebelumnya disebut beras miskin (Raskin). Pasalnya, beras yang didistribusikan Badan Urusan Logistik (Bulog) Lahat tersebut sering kali kualitasnya buruk.

Tunggu Kemala (42), salah satu dari warga penerima beras sejahtera di Dusun I, Desa Ujanmas Baru, Kecamatan Ujanmas, Kabupaten Muara Enim, mengaku beras yang diterimanya kadang kualitasnya bagus tapi lebih sering jelek.


Berita Terkait: Kapolda Sumsel: Beras Oplosan Bulog Lahat Tak Layak Konsumsi


“Berasnya sudah luluh, patah, dan dedakan, bahkan ada yang berkutu,” terang Tunggu Kemala, kepada Palugadanews.com, Minggu (13/08).

Dia dan keluarganya terkadang terpaksa mengkonsumsi beras tersebut walau rasa nasinya tidak enak, karena terlanjur telah membayarkan beras tersebut perkampilnya seberat 15 kg dengan biaya RP. 30.000 .

“Ya mau gimana lagi dari pada tidak dimakan kan sayang sudah dibeli, tapi kalau tidak kita beli malah nantinya kita tidak dikasih lagi , ” ujarnyanya.

Ketika ditanya soal kualitas beras tersebut dinyatakan tidak layak konsumsi oleh Polda Sumsel, dia mengatakan belum mengetahui hal tersebut.

“Saya belum tahu jika beras rastra dari Bulog Lahat tersebut dinyatakan tidak layak konsumsi oleh Polda Sumsel. Saya berharap beras kualitas yang bagus yang di distribusikan pada warga miskin seperti kami ini,” pungkasnya.

Sementar itu, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Juli lalu menyita 39 ton beras oplosan dari gudang Bulog Lahat. Berdasarkan hasil laboratorium, beras yang diperuntukan bagi rakyat miskin tersebut dinyatakan berbahaya untuk dikonsumsi.

Hal tersebut disampaikan Kapolda Sumsel Irjen Agung Budi Maryoto dalam konferensi pers di Mapolda Sumsel, Jumat (11/8). Menurut Agung, pihaknya telah melakukan pemeriksaan beras opolsan Bulog di tiga laboratorium.

Hasilnya ketiga laboratorium menyatakan 39 ton beras yang dioplos gudang Bulog Lahat berbahaya untuk dikonsumsi.

‘“Hasil uji tiga laboratorium menyatakan kualitas beras di bawah standar mutu yang paling rendah dan ini sangat berbahaya untuk dikonsumsi,” terang Agung.