200 Hektar Lahan Terbakar di Muara Belida

Petugas Polres Muara Enim memadamkan api. Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Muara Enim, menghanguskan lahan seluas 200 hektar di Dusun 2 dan 3 Desa Kayu Ara Batu, Kecamatan Muara Belida, Muara Enim, Selasa (13/9) kemarin.

PALUGADANEWS. COM, MUARA ENIM  – Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Muara Enim.

Kali ini kebakaran menghanguskan lahan seluas 200 hektar di Dusun 2 dan 3, Desa Kayu Ara Batu, Kecamatan Muara Belida, Kabupaten Muara Enim, Selasa (13/9) kemarin.

Berdasarkan informasi didapat, kebakaran lahan terjadi ditiga titik yakni diantaranya di lahan gambut seluas sekitar 6 hektar, milik warga bernama Ripai (42). Lahan yang terbakar tersebut dalam kondisi sudah ditebas untuk dibuat kebun.


Berita Terkait:


Selain itu 13 hektar lahan ulayat Desa Kayu Ara, serta lahan kebun seluas 10 hektar yang masuk izin lokasi PT SAM di Desa Putak, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim.

“Kebakaran sudah berlangsung 3 hari, sejak Selasa dan hingga kini belum padam. Total lahan yang terbakar 200 hektar, mayoritas lahan gambut,” kata Kepala BPBD Muara Enim Tasman, saat dikonfirmasi, Kamis (14/09/2017).

Kebakaran lahan ini juga menjadi perhatian serius Kepolisian Resort Muara Enim. Kapolres Muara Enim, AKBP Leo Andi Gunawan bersama, Kabag Ops Kompol Zulkarnain, Kapolsek Gelumbang, AKP Indrowono dan para perwira lainnya ikut memadamkan kobaran api.

Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan didampingi Kasubag Humasnya, AKP Arsyad, mengatakan lahan tersebut diduga kuat sengaja dibakar untuk dijadikan kebun. Karena lahan yang terbakar tersebut kondisinya telah ditebas yang sebelumnya semak belukar.

“Pelaku yang membakar lahan belum diketahui, dugaan sementara api berasal dari lahan yang sudah terbakar sebelumnya pada hari Selasa (12/9),” jelasnya.

Karena lahan yang terbakar sebelumnya, letaknya bersebelahan dengan lahan yang telah terbakar sekarang. “Tim terus berupaya memadamkan api dengan menyiramkan air,” jelasnya.

Untuk memadamkan api tersebut menggunakan peralatan berupa 3 unit mesin pompa dan dibantu 3 unit helikopter milik BNPB Provinsi Sumsel. Selain itu dibantu mobil tangki air milik PT IAL dan PT SAM. “Kondisi sekarang kobaran api sudah mulai berkurang,” ujarnya.