Polisi Tangkap Bandar Arisan Online

Helda Fauziah Binti Zuhri ( 26) Warga Jalan Kemayoran, Kelurahan Pasar I, Kecamatan Muara Enim,  diamankan polisi, Kamis (12/10/2017), karena diduga menggelapkan uang nasabahnya.

PALUGADANEWS.COM, MUARA ENIM — Helda Fauziah (26) seorang bandar arisan online,  diamankan pihak Satuan Reskrim Polres Muara Enim, Kamis (12/10/2017), karena diduga menggelapkan uang nasabahnya

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, pelaku diamankan polisi setelah menerima laporan para korbannya. Pelaku awalnya menawarkan arisan uang, handphone dan emas 24 karat di akun facebook miliknya.


Berita Lainnya:


Warga Jalan Kemayoran, Kelurahan Pasar I, Kecamatan Muara Enim ini menjanjikan keuntungan cepat dan pasti, yakni selama 15 hari dengan modal Rp 1 juta dapat menjadi Rp 1,5 juta.

Uang yang disetorkan korban jumlahnya bervariasi. Para peserta arisan ada yang mentransfer ke rekening tersangka dan ada juga menyerahkan secara langsung.

Salah seorang korban Desmalina (36) warga Talang Gabus, Kelurahan Pasar Tanjung Enim, mengikuti arisan tersebut sejak April 2017 dengan setoran sebesar Rp 15 juta. Uang tersebut ia transfer melalui rekening pelaku.

Namun disaat korban telah jatuh tempo menerima uang, pelaku tak kunjung memberikan. Para korban kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polres Muara Enim.

Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan melalui Kasat Reskrim AKP Agus Prihandika membenarkan penangkapan tersebut.

“Peserta yang ikut arisan tersebut hampir mencapai 50 orang dengan setoran bervariasi. Sementara besaran sangkutan uang arisan yang seharuanya dibayar pelaku terhadap para korban juga bervariasi mulai dari Rp 3 juta- hingga Rp 150 juta,” Jelasnya.

Menurut Agus, berdasarkan keterangan tersangka, uang arisan tersebut sebagian dipakai pelaku untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari dan menutupi hutang-hutangnya kepada anggota arisan.

“Istilahnya gali lobang tutup lobang. Dari buku rekening tersangka dari Januari hingga Mei 2017 tercatat transaksi arisan yang diadakan pelaku hampir mencapai Rp 1 milyar,” katanya.

Terkait kasus tersebut lanjutnya, pihaknya telah memeriksa beberapa orang saksi yang juga korban penipuan arisan ini.

“Ada yang sudah narik dan ada juga yang baru nerima sebagian uangnya dari pelaku. Tersangka kita kenakan pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP dengan ancaman kurungan penjara selama 4 tahun,” pungkasnya.