Di PHK, Karyawan PT CIFU Lapor Ke Disnaker Muara Enim

Mediasi dilakukan Dinas Tenaga Kerja Muara Enim antara mantan karyawan dan managemen PT CIFUĀ 

PALUGADANEWS.com, MUARA ENIN – Dua orang karyawan PT Cipta Futura (CIFU) yaitu Andika Malik dan Julia warga Desa Ujanmas Baru, Kecamatan Ujanmas, Kabupaten Muara Enim menjadi korban PHK.

Keduanya melaporkan tindakan perusahaan tersebut ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Muara Enim, Senin (28/01/2020).

Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Muara Enim melakukan mediasi terkait kasus tersebut yang dihadiri kerabat korban dan dari pihak perusahaan hadir PT Cifta Futura, Nusa.

Baca Juga:

Menurut kerabat korban, awal mula terjadinya PHK karena Yulia mengalami sakit yang berkepanjangan. Sebagai bukti Yulia surat keterangan sakit dari dokter beberapa kali.

Namun manajemen perusahaan malah menyodorkan surat PHK kepada Yulia dengan alasan bahwa surat sakit tersebut dipalsukan.

“Pihak perusahaan mengaanggap surat sakit yang dibuat itu mengada-ada hingga di PHK, karena sudah di PHK, kami meminta pesangon dan uang tabungan dari potongan gaji tiap bulan, akan tetapi sampai akhirnya kami melapor ke Disnaker, perusahaan belum membayar pesangon dan uang tabungan tidak diberikan pihak manajemen pada kami,” ungkap Febri.

Jojon, paman korban yang ikut menghadiri mediasi mengatakan dirinya merasa puas karena ada itikad baik dari pemilik PT CIFU terhadap penyelesaian masalah keponakannya atas nama Yulia yang dulunya bekerja di staf Afdeling 7 PT Cifta Futura.

“Dia datang langsung dimediasi ini dan langsung memberikan bantuan sebesar Rp 10 juta setelah mendengar Yulia sedang sakit,” kata dia. Selain Yulia, PT CIFU juga melakukan pemecatan terhadap Andika Malik dengan alasan yang sama.

“Prosedur pemecatan terhadap kami tanpa adanya Surat Peringatan (SP) baik itu SP I, SP 2 maupun SP 3 yang harusnya dilayangkan ke kami sebelum dipecat,” ungkap Andika Malik pada awak Media, Selasa (28/01/2020).

Menurut Malik, mereka mengadukan nasibnya ini ke Disnaker dengan harapan akan dibantu dan dimediasi oleh Disnaker. Daru hasil pertemuan mereka tersebut pihak Disnaker memberikan surat pemanggilan pada PT. CIFU terkait permaslahan mereka agar segera diselesaikan.

“Kami sudah melapor ke Disnaker, kata mereka akan memanggil pihak PT. CIFU dan meminta kami untuk melakukan perundingan Bipartit dengan perusahaan terkait permaslahan kami tapi hingga hari ini belum ada kabar ke saya yang ada kabar bahwa pihak PT. CIFU hari ini datang ke Disnaker mendatangi panggilan permasalahan Julia saja tidak dengan saya,” ungkap Malik.

Malik mengatakan mereka menuntut kepastian terkait uang tabungan mereka yang diambil setiap bulan serta pesangon mereka dan surat pra kerjanya.

“Kami meminta perusahaan segera membayarkan uang tabungan kami setiap bulan dipotong RP 400 ribu, pesangon atas pem PHK-an kami, dan surat pra kerja,” tegasnya.

Sementara itu, Kadisnaker Muara Enim Siti Herawati mengatakan pihaknya melakukan mediasi antara karyawan PT CIFU dengan manajemen perusahaan.

“Kita minta dia untuk melakukan perundingan bipatit terlebih dahulu dengan pihak perusahaan,” terangnya.

Pemilik PT CIFU, saat dikonfirmasi mengatakan dirinya hadir kerena memenuhi undangan dari pihak mediasi terkait adanya keselisihpahaman antara pihak perusahaan dan karyawan.

“Hanya ada persialan kecil saja, biasalah soal karyawan, dan sekarang suda clear, karena kami telah selesaikan secara kekeluargaan,” pungkasnya singkat.