Pemkab Muara Enim Izinkan Warga Gelar Hajatan

Plt Bupati Muara Enim Juarsah

PALUGADANEWS.com, MUARA ENIM – Pemerintah Kabupaten Muara Enim mengizinkan warganya untuk menggelar resepsi pernikahan meski kasus baru positif Covid-19 di daerah itu terus bertambah.

Dalam acara resepsi pernikahan diizinkan pula adanya acara hiburan. Namun, harus mengikuti protokol kesehatan secara ketat untuk pencegahan penyebaran virus corona.

Baca Juga:

Plt Bupati Muara Enim Juarsah mengatakan, sejak maklumat Kapolri tentang larangan membuat keramaian yang melibatkan massa atau berkerumun dicabut, maka tidak berlaku lagi larangan menggelar kegiatan keramaian atau hajatan.

“Sudah boleh ya, tapi masih wajib mematuhi protokol kesehatan. Memang kesannya pelonggaran tapi melaksanakan protokol kesehatan tidak bisa ditawar,” kata Juarsah kepada wartawan di Muara Enim, Rabu (5/8/2020).

Diakui dia, wilayah Kabupaten Muara Enim memang belum aman dari pandemi Covid-19. Apalagi masih ada 2 wilayah di Kabupaten Muara Enim yaitu Kecamatan Muara Enim dan Lawang Kidul merupakan zona merah Covid-19.

Untuk itu, penyelenggaraan resepsi pernikahan harus memenuhi sejumlah syarat dan ketentuan. Beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipatuhi saat menggelar resepsi, antara lain pembatasan jumlah tamu.

“Pelaksaaan hajatan yang digelar masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Tamu yang hadir hanya boleh 50 persen dari kapasitas tempat hajatan,” kata dia.

Kemudian, setiap warga yang akan menggelar resepsi hingga menghadirkan acara hiburan, harus mendapatkan rekomendasi dari Gugus Tugas Covid-19 setempat dan dari kepolisian.

“Warga juga harus mendapatkan izin dari Gugus Tugas Covid-19 setempat dan dari pihak kepolisian. Jika tidak ada rekomendasi, tidak diizinkan untuk menggelar keramaian dan jika melanggar protokol kesehatan akan dibubarkan paksa,” tegasnya.

Dia menambahkan, Pemkab Muara Enim sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan para pelaku usaha pernikahan seperti wedding organizer, event organaizer dan orgen tunggal.

Pertemuan tersebut, kata dia, untuk sosialisasikan aturan dan tata cara kegiatan keramaian di tengah pandemi Covid-19.

“Kita berilah kelonggaran masyarakat untuk menggelar resepsi pernikahan atau keramaian lainnya. Ini untuk membangkitkan roda perekonomian masyarakat,” pungkas dia.