Taat Aturan, PT TelPP Komitmen Terhadap Lingkungan Hidup

Mochamad Amrodji, Division Head of External Relation PT TeLPP

PALUGADANEWS.com, MUARA ENIM – Sebagai salah satu perusahaan penanaman modal asing (PMA), PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper (TeLPP) selalu berusaha memenuhi komitmen mematuhi perundang-undangan yang ada di Republik Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Division Head of External Relation PT TeLPP Mochamad Amrodji kepada wartawan, Selasa (23/03/2021).

Baca Juga:

“Kami tetap meyakini prinsip dasar dan yang paling utama kami mesti lakukan dalam memberikan kontribusi langsung kami ke masyarakat adalah dengan mengedepankan silaturahim. Maka itu, segala sesuatu yang dilakukan dengan silaturahmi dapat diselesaikan dengan baik dan penuh kekeluargaan atas keterbatasan yang tidak bisa kita dengar dan melihat,” ungkapnya.

Amrodji mengungkapkan prinsip kepatuhan PT TeLPP terhadap segala aturan dan komitmen perusahaan sesuai peraturan perundangan yang berlaku di negeri ini.

“Kemudian kita pastikan, tentu yang mendasari silaturahmi ini sebagai jembatan bahwa perusahaan kita sangat-sangat patuh dengan aturan dan undang-undang yang berlaku di negara kita. Maka itu kami terus berusaha untuk menerapkannya dengan baik,” ujarnya.

Dicontohkannya, PT TeLPP selalu berusaha menjaga baku mutu lingkungan sesuai izin lingkungan dan amdal dengan terus memperhatikan sisi mutu dan kualitas terlepas berapapun cost yang akan ditimbulkan dari sistem pemantauan secara online tersebut.

“Sampai saat ini kita patut syukuri bahwa PT TeL PP adalah perusahaan pertama di Sumsel ini yang melakukan koneksi pemantauan kualitas olahan limbah cair secara online ke database KLHK atau sparring. Bukan masalah pertimbangan sisi cost atau biayanya, namun ini menunjukan komitmen perusahaan terhadap yang sudah diatur atau diundangkan oleh pemerintah wajib kami ikuti dan patuhi,” jelasnya.

Selain itu, sistem pengendalian dan pemantauan kualitas lingkungan secara online yang dilakukan ini sudah mendapatkan penghargaan dan pengakuan oleh pemerintah atas kepatuhan perusahaan mematuhinya.

“Proses yang sudah kami lakukan berapa standarnya, sehingga Jakarta yakni perusahaan induk kita bisa langsung melihat, atas actionnya yang kita lakukan begitu cepat. Jadi semua perusahaan Jepang termasuk PT TeLPP ini komitmen melakukan pemenuhan terhadap peraturan perundangan yang berlaku,” sambungnya.

Lebih lanjut Amrodji mengungkapkan bahwa PT TeLPP sudah memperoleh sertifikat industri hijau dari Kementerian Perindustrian dan beberapa kali mendapat penghargaan industri hijau, peringkat proper hijau & biru dari kementerian lingkungan Hidup terkait penanganan amdal ini.

Dari sejak awal berdiri, lanjut dia, PT TeLPP telah didesain dengan standard pengelolaan limbah B3, emisi udara dan limbah cair sesuai dengan baku mutu lingkungan yang ditentukan pemerintah.

“Aktivitas pengelolaan lingkungan untuk limbah B3, cair serta pemantauan kualitas emisi suara dan ambien udara juga dipantau ketat. Perusahaan telah memiliki persetujuan amdal dan izin lingkungan serta izin yang dipersyaratkan lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, terkait isi surat tuntutan para kades dan revisi amdal beberapa hari lalu, Amrodji kembali menjelaskan, bahwa surat tersebut menyangkut keberadaan holding pond perusahaan.

Dijelaskannya, surat ini terkait holding pond adalah kolam penampungan sementara dan sifatnya emergency, kalau debit air sungai di bawah 17 artinya musim kemarau, airnya mendekati kering, itu airnya harus dialirkan ke holding pond.

Tetapi kalau musim penghujan, limbah cair diolah dulu dan setelah memenuhi baku mutu air limbah bisa langsung dibuang ke sungai.

Menurut dia, terkait standard tersebut pihaknya menebar bibit ikan. Jika ikannya tidak mati dan bertambah besar, berarti airnya aman dan dapat dipastikan aman dan baru dibuang ke sungai.

“Selama ini, alhamdulillah aman-aman saja, karena itu tadi, pengawasan dan komitmen ketat perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan,” pungkasnya.