Pemkab Muara Enim Minta Palang Pintu Perlintasan Kereta Api Dijaga 24 Jam

Dalam rapat pembahasan pembangunan pintu perlintasan KA, Pemerintah Kabupaten Muara Enim meminta palang pintu perlintasan di Muara Enim dijaga 24 jam

PALUGADANEWS.com, MUARA ENIM – Pemerintah Kabupaten Muara Enim meminta palang pintu perlintasan kereta api di Muara Enim dijaga 24 jam.

Hal tersebut disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Muara Enim Riswandar dalam rapat pembahasan pembangunan/pengadaan pintu perlintasan kereta api di Muara Enim, Jumat (23/07/2021), di ruang rapat Pemkab Muara Enim.

Rapat yang digelar di Pemkab Muara Enim tersebut dihadiri sejumlah perwakilan perusahaan dari PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), PT Bukit Asam, PT Rantai Mulia Kencana, PT Bara Anugrah Sejahtera (BAS), PT Sriwijaya Bara Priharum (SBP) dan PT Pacific Global Utama (PGU).

Baca Juga:

Riswandar mengatakan, Pemkab Muara Enim mengajak semua pihak untuk berpartisipasi memberikan rasa aman dan kenyamanan kepada masyarakat.

“Kita mengajak teman-teman penambang maupun perusahaan lain yang memiliki kawasan lingkup kerja di Kabupaten Muara Enim untuk berpatisipasi memberikan rasa kenyamanan kepada masyarakat Kabupaten Muara Enim. Khususnya dan secara umum warga Sumatera Selatan dalam hal melintas di pintu perlintasan kereta api yang berjumlah enam titik di wilayah kota Muara Enim,” tegasnya.

Menurut Riswandar, selama ini semua perlintasan kereta api hanya dijaga pada siang hari. Sementara di malam hari tidak ada penjagaan sama sekali.

“Selama ini palang pintu kereta api yang ada di Muara Enim hanya dijaga pada siang hari. Ke depanya saya harapkan agar palang pintu kereta api ini dapat di jaga 24 jam. Saya mohon kerja samanya dari teman-teman semua agar hal ini dapat terealisasikan demi keamanan warga yang melintas di palang pintu kereta api tersebut,” ucapnya.

Dalam rapat tersebut, Riswandar mengapesiasi pembanguna dua pos penjagaan oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Ke depan kata dia, harus dicari jalan keluar bagaimana membayar gaji untuk 36 orang petugas jaga pelintasan yang kontraknya sudah habis.

“Pemkab Muara Enim cuma mengharapkan ada kontribusi dari perusahaan untuk membantu biaya operasional 36 orang petugas tetapi bukan sifatnya memaksa,” ujar dia.