LPG Mulai Langka, Pj Bupati Muara Enim Sidak ke Sejumlah Pangkalan

Pj Bupati Muara Enim Nasrun Umar melakukan sidak ke sejumlah pangkalan dan agen elpiji di kota Muara Enim, Rabu (25/8/2021).

PALUGADANEWS.com, MUARA ENIM – Masyarakat di Muara Enim mengeluhkan kelangkaan gas elpiji tiga kilogram. Menyusul terjadinya kelangkaan tersebut, Pj Bupati Muara Enim Nasrun Umar langsung melakukan sidak ke pangkalan dan agen gas elpiji di kota Muara Enim, Selasa (24/8/2021).

Dalam sidaknya, Pj Bupati mendapatkan informasi dari sejumlah pemilik pangkalan bahwa mereka menerima kiriman gas dari Pertamina sesuai jadwal, namun pemasok mengurangi kuota. Sehingga para pedagang ini membatasi menjual gas 3 kg ke pembeli agar pembeli lain juga bisa mendapatkan.

Baca Juga:

“Kapasitas gas 3 kg memang sulit kita menyediakan stoknya demi mencukupi kebutuhan masyarakat selaku konsumen sehari-hari, karena pasokan gas dari PT Pertamina yang kian hari kian menurun,” kata Surtini, salah satu pemilik pangkalan gas elpiji di kota Muara Enim.

Menanggapi hal tersebut, Plt Bupati memerintahkan Kadis Perdagangan Muara Enim untuk melakukan pendataan usaha yang masih menggunakan gas elpiji agar diingatkan dan jika melanggar akan diberi sanksi.

Dia juga meminta Dinas Perdagangan mengontrol stok subsidi Gas LPG 3kg yang beredar di masyarakat agar dilaporkan kepadanya untuk mencari solusi kelangkaan elpiji.

“Tapi, jika nanti didapati laporan tersebut tidak sesuai ada penimbunan maka kami akan menindak tegas hal tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku. Kepada pihak Kapolres untuk tidak segan-segan menempuh jalur hukum,” tegasnya.

Tadinya untuk pemecahan dari pada masalah kelangkaan Gas LPG 3kg ini sudah membentuk jargas (jaringan gas) yang diharapkan dapat mengcover kebutuhan Gas LPG 3kg yang semula 20.000 menjadi 14.000. Namun jargas ini sendiri belum 100% rampung beroperasi di Kabupaten Muara Enim.

“Kita berharap semoga kebutuhan masyarakat akan elpiji 3kg dan jargas ini cepat tercukupi. Saya minta kesabaran dari pada masyarakat. Selaku pemimpin daerah beserta perangkat daerah terkait akan mencari solusi yang terbaik,” pungkasnya.