Diduga Ada Kecurangan, Puluhan Bakal Calon Kades Minta Seleksi dalam Pilkades diulang

Usman FiriansyahKuasa hukum bakal calon kepala desa di Kabupaten Muara Enim menggelar konferensi pers terkait dugaan kecurangan dalam seleksi calon kades pada 26 Agustus 2021 lalu.

PALUGADANEWS.com, MUARA ENIM – Puluhan bakal calon kepala desa (Balon Kades) dari 26 desa di Kabupaten Muara Enim yang gagal dalam seleksi bakal calon kepala desa, meminta Pj Bupati Muara Enim dan instansi terkait untuk membatalkan hasil seleksi dalam pilkades.

Mereka mendesak Pemkab Muara Enim untuk melakukan seleksi ulang balon kades karena diduga telah terjadi kecurangan sehingga dinilai cacat hukum.

Baca Juga:

Menurut kuasa hukum para calon kades, Usman Firiansyah, penjaringan balon kades yang digelar Pemkab Muara Enim pada tanggal 26-27 Agustus 2021 lalu, diduga banyak terjadi kecurangan dan tidak profesional dalam pelaksanaanya yang menggunakan aplikasi Sistim Informasi Penjaringan Aparatur Pemerintah Desa (simPAPDES) Kabupaten Muara Enim.

“Bentuk kecurangan dalam proses pelaksanaan tersebut oleh panitia SimPAPDES Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Muara Enim baik secara sengaja maupun karena kelalaian panitia penyelenggara dan pihak-pihak terkait lainnya telah melakukan kecurangan,” kata dia saat menggelar konferensi pers di Muara Enim, Jumat (3/9/2021).

Adapun bentuk-bentuk dugaan kecurangan tersebut, lanjut Usman, diduga ada peserta bakal calon kades telah menjawab soal-soal sebelum waktu pelaksanaan tes. Hal ini diperkuat data-data dan keterangan para saksi-saksi dan dengan bukti terlampir.

“Kami menduga kuat berdasarkan kejadian ini, soal telah dibocorkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan banyak terjadi pada peserta lainnya,” terang dia.

Pelaku EP, lanjutnya, membuka soal pada malam hari sebelum jadwal seleksi dimulai dan masih diperbolehkan ikut tes dan dinyatakan lulus.

Selain itu, ada dugaan perubahan nilai yang diatur oleh operator. Ini terbukti dari peserta seleksi atas nama EP yang memiliki nilai asli 168. Namun pada saat diumumkan nilainya berubah menjadi 203.

Perubahan nilai juga terjadi pada saat seleksi mendapatkan kosong, begitu juga saat ditampilkan di layar. Namun, setelah mendapat surat resmi dari panitia mendapat nilai 204.

Kemudian ada salah seorang peserta bernama Mansur dari Desa Sumber Mulya, Kecamatan Lubai Ulu dinyatakan masuk 5 besar dari 6 peserta dalam layar monitor. Sedangkan peserta berinisial YW nilainya nol.

Namun oleh oknum panitia hasil resmi tersebut diubah sehingga Mansur turun menjadi urutan 6 dan yang sebelumnya mendapatkan nilai nol menjadi nomor urut 5.

Alasan oknum panitia tersebut hal ini terjadi karena kabel jaringan dicabut orang lain sehingga tidak muncul angka. Hal ini, tegas dia, jelas mengada-ada dan sangat tidak profesional, diduga kuat ini kecurangan. Dan untuk semua kecurangan tersebut, pihaknya memiliki bukti dan saksi.

Ditambahkan Usman, perbuatan-perbuatan yang diduga kuat telah melanggar ketentuan dengan melakukan kecurangan dan tidak profesional tersebut telah melanggar ketentuan dan UU khusunya UU No 6 tahun 2014 tentang Desa, Permendagri No 72 tahun 2020 dan Perbup Kabupaten Muara Enim No. 24 tahun 2017 tentang tata cara pencalonan, pemilihan, pelantikan, pemberhentian kepala desa.

“Berkenaan dengan hal tersebut, kami menyampaikan kepada Bapak/ibu selaku pejabat yang berwenang, untuk membatakan seleksi yang telah digelar pada tanggal 26-27 Agustus 2021. Kemudian mengadakan seleksi ulang sebagai opsi yang harus dilakukan demi menghindari masalah hukum lainnya, karena diduga kuat seleksi balon kades tersebut sudah cacat hukum,” ucap dia.