Muara Enim Raih Penghargaan Sanipura 2016

 Wakil Bupati Muara Enim Nurul Aman, menerima penghargaan Sanipura 2016 di Gedung ACC Dayan Dawood, Banda Aceh, Kamis (24/11/2016) (Foto Dok. Humas Pemkab Muara Enim)


Wakil Bupati Muara Enim Nurul Aman, menerima penghargaan Sanipura 2016 di Gedung ACC Dayan Dawood, Banda Aceh, Kamis (24/11/2016). (Foto Dok. Humas Pemkab Muara Enim)

PALUGADANEWS.COM, MUARA ENIM — Muara Enim kembali meraih penghargaan nasional karena kesuksesannya dalam memberikan inovasi berkelanjutan dalam bidang sanitasi yakni Sanipura Award 2016.

Sanipura Award diberikan kepada daerah yang dianggap sukses dalam memberikan inovasi berkelanjutan dalam penanganan sanitasi.

Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani kepada Wakil Bupati Muara Enim Nurul Aman, dalam acara City Sanitation Summit XVI dan Rakernas Asosiasi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (Akkopsi) VIII di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Kamis lalu (24/11/2016).

Sebanyak 55 bupati dan wali kota peserta konverensi dari 467 anggota Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (Akkopsi) serta penggiat air minum dan sanitasi hadir dalam kegiatan tersebut.

BERITA PILIHAN REDAKSI:

Wakil Bupati Muara Enim, Nurul Aman, mengatakan penghargaan ini berkat kerja keras  SKPD terkait dan semua elemen masyarakat Muara Enim.

Sanitasi Award ini lanjut dia, diberikan karena Pemkab Muara  Enim Konsisten untuk memenuhi kebutuhan askes sanitasi dan air bersih 100 persen bagi masyarakat Muara Enim.

“Melalui Sanipura Award diharapkan dapat lebih memacu kita untuk memberikan pelayanan sanitasi yang lebih baik lagi bagi masyarakat Muara Enim,” kata Nurul.

Sanipura Award XVI Tahun 2016 ini, Muara Enim berhasil meraih kategori Pengelolaan Database Sanitasi. Berikut 10 kota/kabupaten yang mendapat penghargaan Sanipura Awards 2016.

  1. Kabupaten Muara Enim atas inovasi pengelolaan database sanitasi.
  2. Kabupaten Gunung Kidul atas capaian implementesi perencanaan sektor sanitasi.
  3. Kabupaten Magetan dalam capaian implentasi total sanitasi berbasis masyarakat.
  4. Kabupaten Sleman atas inovasi sanitasi berbasis masyarakat.
  5. Kota Bogor melalui inovasi pengelolaan database sanitasi.
  6. Kota Makassar atas inovasi keberlanjutan dalam penanganan sanitasi.
  7. Kota Balikpapan atas inovasi keberlanjutan dalam penanganan sanitasi.
  8. Kota Banda Aceh atas inovasi keberlanjutan dalam penanganan sanitasi.
  9. Kabupaten Ngawi atas capaian implentasi total sanitasi berbasis masyarakat.
  10. Kota Surabaya atas implementesi perencanaan sektor sanitasi.