Kementan Targetkan Tanam 10.000 Hektar Jagung di Sumsel

(Foto: Balitbang Kementan)

(Foto: Balitbang Kementan)

PALUGADANEWS.COM, PALEMBANG — Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan menanam 10.000 hektar jagung pada tahun 2016 di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Target ini dalam rangka meningkatkan produksi jagung nasional melalui program intergrasi tanaman pada lahan karet dan kelapa sawit.

Secara Nasional Kementerian Pertanian menargetkan penanaman 1 juta hektar tanaman jagung pada lahan integrasi sawit dan karet di seluruh Indonesia. Target ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan jagung nasional, tapi juga untuk eskpor.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menjelaskan, Indonesia setiap tahung mengimpor jagung hingga 3,6 juta ton atau setara dengan Rp10 triliun. Menurut Mentan, kondisi ini sangat menyedihkan.

Kemenpan Tetapkan Jam Kerja ASN Selama Bulan Suci Ramadhan 2016
Juni, Pemerintah Pastikan Gaji ke-14 PNS
PPATK Temukan Transaksi Mencurigakan di Rekening La Nyalla

“Daripada rumput yang tumbuh dan tidak bermanfaat, lebih baik tanam jagung. Aku akan beri (bibit jagung) gratis,”¬† ujar Menteri Pertanian Indonesia Andi Amran Sulaiman dalam program Intercropping Jagung pada Lahan Karet dan Sawit, Kamis (9/6/2016), di Banyuasin, seperti dilansir dari kompas.com

Dijelaskan dia, Kementan akan mempercepat bantuan untuk Banyuasin sehingga dapat menjadi daerah percontohan.

IDI Tolak Menjadi Eksekutor Kebiri
Presiden Joko Widodo Terbitkan Perpu Kekerasan Seksual Terhadap Anak
Kementerian ESDM Tandatangani Kontrak Strategis Senilai Rp 3,04 Triliun

“Bantuan pertanian untuk Sumsel mengalami peningkatan. Kementan¬† telah memberikan bantuan pertanian untuk Sumsel sebanyak Rp 1,2 triliun. Sementar Kabupaten Banyuasin pada tahun 2015 menerima sekitar Rp 250 miliar,” jelas Mentan.

Amran menuturkan, tanaman jagung di area integrasi dengan sawit bisa menghasilkan Rp 25 juta sampai 30 juta per tiga bulan, atau Rp 75 juta sampai Rp 100 juta per tahun.
 
“Jika dalam 1 hektar itu menghasilkan Rp 100 juta berarti Rp 100 triliun satu tahun, kalau 4 tahun sekitar 400 triliun,” tutur Amran.