10 Kepala Daerah Menjadi Tersangka Kasus Korupsi Sepanjang 2016

 

 Foto: Ilustrasi

Foto: Ilustrasi

PALUGADANEWS.COM, JAKARTA — Sepanjang 2016 Komisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menetapkan 10 kepala daerah sebagai tersangka tindak pidana korupsi. Beberapa diantaranya¬†telah menjalani sidang peradilan dan telah ditahan.

BERITA TERKAIT:

Berikut daftar 10 kepala daerah yang menjadi tersangka dugaan kasus korupsi sepanjang 2016:

  1. Bupati Buton Samsu Umar Abdul Samiun, kasus dugaan pemberian suap kepada Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2013 Akil Mochtar.
  2. Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian, kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa pemberian suap pengadaan barang dan jasa di Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin.
  3. Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman. Politisi PDI-Perjuangan itu menjadi tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi proyek-proyek pembangunan dan perbaikan jalan di kabupaten Nganjuk tahun 2009 dan penerimaan gratifikasi.
  4. Bupati Subang Ojang Sohandi, kasus pemberian hadiah atau janji kepada jaksa Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Devianti Rochaeni dan Fahri Nurmallo dalam tindak pidana korupsi BPJS Subang 2014.
  5. Wali Kota Madiun Bambang Irianto, kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah terkait pembangunan pasar besar Kota Madiun tahun anggaran 2009-2012.
  6. Bupati Sabu Raijua Marthen Dira Tome, kasus dugaan tindak pidana korupsi dana pendidikan luar sekolah (PLS) Dinas Pendidikan NTT.
  7. Bupati Rokan Hulu, Riau Suparman, kasus suap pembahasan RAPBD-P 2014 dan RAPBD Tambahan 2015 Kabupaten Rokan Hulu.
  8. Wali Kota Cimahi 2012-2017 Atty Suharty dan suaminya M Itoc Tochija Wali Kota Cimahi 2002-2012, kasus dugaan penerimaan suap pembangunan Pasar Atas Baru tahap II di Cimahi pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada 1 Desember 2016.
  9. Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam, kasus dugaan tindak pidana korupsi kasus dugaan tindak pidana korupsi penerbitan izin usaha pertambangan (IUP) di Kupten Buton dan Bombana periode 2009-2014.
  10. Bupati Tanggamus Bambang Kurniawan, kasus dugaan pemberian suap kepada anggota DPRD kabupaten Tanggamus, Lampung terkait pengesahan APBD 2016 kabupaten itu.