Hanya 40% ASN di Indonesia Memiliki Keahlian

Menteri PANRB Asman Abnur (Foto: Humas Kemenpan RB)

Menteri PANRB Asman Abnur (Foto: Humas Kemenpan RB)

PALUGADANEWS.COM, JAKARTA — Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) Asman Abnur kaget dengan data yang diungkapkan Badan Kepegawaian Negara yang menyatakan hanya 40% Aparatur Sipil Negara (ASN)¬† di Indonesia yang memiliki keahlian.

Sementara itu, sisanya sebanyak 60% hanya mempunyai kemampuan administratif.

“Saya cukup kaget dengan data yang diungkapkan oleh Badan Kepegawaian Negara tersebut, salah satu solusinya adalah memprioritaskan rekrutmen pegawai dari lulusan terbaik perguruan tinggi,” kata Asman di Padang, Sumbar, seperti dilansir dari Antara, Jumat (16/9/2016).

Hal tersebut disampaikan Asman dalam Dialog Kejayaan Bangsa dengan tema Membangun Kemandirian Politik Menuju Indonesia Bermartabat dalam rangkaian acara Temu Alumni dan Kongres V Ikatan Keluarga Alumni Universitas Andalas (Unand).

Menurut dia, ASN adalah jantungnya suatu negara dan kalau negara ini mau berubah menjadi lebih modern akan ditentukan oleh kinerja ASN.

“Oleh sebab itu, saya minta Badan Kepegawaian Negara memprioritaskan untuk merekrut anak-anak lulusan terbaik serta indeks prestasi kumulatif yang tinggi,” ujar politisi Partai Amanat Nasional itu.

Ia melihat, Indonesia akan lebih maju, modern, dan kuat dapat diwujudkan dengan ASN yang profesional.

“Jadi, tidak ada lagi cerita penerimaan ASN karena ada hubungan saudara, titipan, dan lainnya. Karena, kami akan seleksi dengan amat ketat,” ucap mantan Ketua Komisi X DPR RI tersebut.

Asman mengatakan, Indonesia membutuhkan ASN yang profesional, pintar, serta kuat, sehingga siapa pun pemimpin politiknya tidak ada masalah. Jika ASN mantap, negara ini akan maju.

Karena itu , lanjut dia proses rekrutmen ASN akan diperbaiki serta dilakukan analisa kebutuhan berdasarkan spesialisasi sehingga dihasilkan ASN yang bertaraf internasional dan siap menjadikan Indonesia bersaing dengan negara lain.

“Jadi, tidak ada lagi ASN yang pagi hari tiba di kantor kehilangan akal tidak tahu apa yang mau dikerjakan, tidak ada inovasi, dan tidak boleh kalah dengan swasta,” tegasnya.

Selain itu, ia merencanakan pendidikan kepegawaian yang dikelola oleh beberapa kementerian yang diarahkan pada pendidikan vokasional, sehingga meningkatkan kemampuan ASN dalam bidang tugas yang dibutuhkan  oleh lembaga negara maupun pemerintah pusat hingga daerah.

 

BERITA LAIN:

PT Bukit Asam Tingkatkan Efisiensi Hingga Rp 4 Triliun
Harga Batubara Acuan Naik 9,5%
Mendagri: Batas Akhir Rekam Data E-KTP Diundur Pertengahan 2017
Rasionalisasi PNS, Pemprov Sumsel Tunggu Kebijakan Menteri PAN-RB
Kemen PAN-RB Akan Kurangi 1 juta PNS Hingga 2019