Kasus Curat Paling Menonjol di Muara Enim Sepanjang 2016

polres-me

PALUGADANEWS.COM, MUARA ENIM — Polres Muara Enim merilis tindak kejahatan yang terjadi sepanjang tahun 2016 di Kabupaten Muara Enim, Jumat (30/12/2015).

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) paling menonjol sepanjang tahun 2016. Data yang dikeluarkan Polres Muara Enim, kasus curat mencapai 248 kasus dari 833 total kasus yang ditangani Polres Muara Enim tahun 2016.

Menurut Kapolres Muara Enim AKBP Hendra Gunawan, tahun 2016 kasus curat berjumlah 248 kasus, sedikit menurun dibandingkan tahun 2015  yang berjumlah mencapai 259 kasus. Penyelesaian kasus  ini oleh Polres Muara Enim juga mengalami penurunan sebanyak 132 kasus dibanding 2015 sebanyak 139 kasus.

BERITA LAIN:

Hendra mengatakan, kasus curat yang paling menonjol dan menggemparkan warga Muara Enim diantaranya peristiwa perampokan nasabah Bank Mandiri dan pembunuhan supir travel.

“Perampokan nasabah Bank Mandiri dan pembunuhan sopir travel yang terjadi beberapa bulan lalu menjadi salah satu kasus curat paling menonjol tahun 2016 ini, kasus ini telah kita selesaikan, tersangkanya sudah kita tangkap bahkan ada yang tewas, namun masih menyisakan satu tersangka lainnya yang masih buron,” kata Kapolres.

Kapolres mengatakan tingginya kasus curat di Kabupaten Muara Enim disebabkan beberapa faktor diantaranya para pelaku curat ini didukung sejumlah fasilitas yang dapat digunakan untuk berbuat kejahatan yaitu pelaku memiliki senjata api rakitan yang masih banyaknya beredar di wilayah Polres Muara Enim.

“Pelaku memanfaatkan kelemahan situasi korban. Misalnya dari keamanan rumah korban yang masih sangat longgar, dan para pelaku dengan mudah memanfaatkan situasi tersebut untuk beraksi,” urainya.

Sementara untuk lokasi kasus curat, lanjut Hendra, pelaku beraksi di wilayah yang banyak ditinggali kalangan pengusaha-pengusaha komoditi seperti batubara, sawit dan karet.

“Seiring naiknya harga komoditi tersebut, maka tindak pidana kasus curat pun meningkat. Seperti pada Bulan Oktober lalu, harga komoditas-komoditas tersebut merangkak naik. Kasus curat pun semakin sering terjadi,” terang Hendra.

Selain itu, faktor lain kebiasan korban menyimpan uang di rumah. Sementara korban yang menyimpan uang di bank, kebiasaan mengambil uangnya tanpa ada pengawalan

“Ini sering menjadi sasaran empuk para pelaku kejahatan,” pungkasnya.