Seorang Pendemo Tambang Rakyat Reaktif, Dirujuk Ke RS HM Rabain

Uji cepat Covid-19 terhadap perwakilan massa tambang rakyat yang akan melakukan pertemuan dengan Pemkab Muara Enim.

PALUGADANEWS.com, MUARA ENIM – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Muara Enim melakukan rapid test terhadap perwakilan asosiasi tambang rakyat yang akan melakukan pertemuan dengan Pemkab Muara Enim.

Hasilnya satu perwakilan  yaitu Herman Efendi dari Asosiasi Masyarakat Batu Bara (Asmara) dinyatakan reaktif berdasarkan hasil uji cepat Covid-19.

“Salah satu perwakilan massa mengalami reaktif Covid-19. Sehingga harus dilakukan penanganan sesuai protokol kesehatan,” kata Kapolres Muara Enim AKBP Danny Sianipar.

Baca Juga:

Hanya saja, satu perwakilan massa yang dinyatakan reaktif tetap diijinkan mengikuti audiensi dengan Pemkab Muara Enim. Namun yang bersangkutan mengikuti audiensi dengan jarak serta mengunakan masker N-95 dan memakai faceshield.

Seusai rapat, peserta reaktif langsung diarahkan untuk melakukan isolasi di RSUD dr HM Rabaian Muara Enim. “Bersangkutan pun dijemput dengan kendaraan ambulan khusus dari tim Satgas Covid-19 Kabupaten Muara Enim dan didampingi Kasat Intel menuju rumah sakit,” pungkasnya.

Sebelumnya, tiga asosiasi penambang rakyat yang terdiri dari Asosiasi Masyarakat Batu Bara (Asmara), Asosiasi Tambang Rakyat Daerah (Astrada) dan Asosiasi Pertambangan Rakyat Indonesia (APRI) berencana menggelar aksi dihalaman kantor Pemkab Muara Enim guna menuntut percepatan regulasi TR yang dijanjikan pemerintah.

Mereka menuntut percepatan legalisasi tambang rakyat yang diajukan Pemkab ke pemerintah pusat. Namun aksi tersebut batal dilaksanakan setelah ada himbaun dari Polres Muara Enim terkait massa aksi yang mencapai 500 orang.

Pihak kepolisian kemudian mengizinkan 10 orang perwakilan massa dan asosiasi menggelar pertemuan tertutup dengan Pemkab Muara Enim.  10 orang perwakilan masa terlebih dahulu melakukan rapid test dan 1 orang dinyatakan reaktif Covid-19.