Asosiasi Tambang Rakyat Setuju Hentikan Aktivitas Penambangan

Pertemuan asosiasi tambang rakyat dengan Pemkab Muara Enim

PALUGADANEWS.com, MUARA ENIM – Asosiasi tambang rakyat di Kabupaten Muara Enim setuju untuk menghentikan kegiatan penambangan yang mereka lakukan sambil menunggu progres legalisasi dan regulasi terkait pertambangan tanpa izin (PETI) tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan saat tiga organisasi tambang rakyat ini yaitu Asosiasi Masyarakat Batu Bara (Asmara), Asosiasi Tambang Rakyat Daerah (Astrada) dan Asosiasi Pertambangan Rakyat Indonesia (APRI) bertemu Pj Bupati Muara Enim Nasrun Umar di ruang rapat Kantor Bappeda Muara Enim, Selasa (15/6/2021).

Baca Juga:

Mereka meminta Pemkab Muara Enim segera mencarikan solusi agar tambang rakyat segera mungkin mendapat payung hukum. Sebelumnya ketiga organisasi ini berencana menggelar aksi di halaman kantor Pemkab Muara Enim. Namun aksi tersebut batal dilaksanakan setelah ada himbaun dari Polres Muara Enim terkait massa aksi yang mencapai 500 orang.

Pihak kepolisian kemudian mengizinkan 10 orang perwakilan massa dan asosiasi menggelar pertemuan tertutup dengan Pemkab Muara Enim.

“Kami ingin pemkab mencari solusi terbaik terkait tambang rakyat, segera legalkan sehingga masyarakat menambang dapat bekerja dengan dilindungi payung hukum,” ungkap Herman perwakilan dari asosiasi ASRMARA.

Pihaknya juga meminta Pemkab Muara Enim segera menentukan pola kemitraan atau sistem koperasi yang bakal mengatur pertambangan rakyat tanpa izin agar dapat menjalani aktivitas pertambangan sesuai aturan yang berlaku.

“Kami menuntut pemerintah mengupayakan pembuatan koperasi bagi kelompok masyarakat yang melakukan aktivitas pertambangan dengan bekerjasama perusahaan besar yang sudah ada izin. Selain itu bisa dengan membuatkan wadah kelompok penambang yang bermitra dengan perusahaan,” urainya.

“Kita kan pilih solusi terbaik dan mana yang bisa lebih cepat terealisasi,”harapnya.

Pihaknya menyetujui penghentian sementara tambang rakyat. Mereka juga mengaku siap bergendengan tangan dengan pemerintah untuk bersama-sama melegalkan tambang rakyat.