Gara-Gara Lahan Parkir di Lokasi Wisata, Keponakan Tikam Paman Hingga Tewas

Polres Muara Enim menggelar konferensi pers kasus pembunuhan di Dusun Rantau Dedap, Desa Segamit, Kecamatan Semende Darat Laut, Kabupaten Muara Enim, Kamis (12/8/2021)

PALUGADANEWS.com, MUARA ENIM – Ahmad Juaraidi (35) tega menikam pamannya sendiri bernama Abdullah (48) hingga tewas. Kasus ini bermotif dendam perebutan lahan parkir di lokasi wisata Danau Deduhuk.

Satreskrim Polres Muara Enim bersama Tim Alap-Alap Reskrim Polsek Semendo, berhasil mengamankan pelaku pembunuhan, Kamis, (12/8/2021).

Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada hari Senin (9/8/2021) sekitar pukul 04.00 WIB di Dusun Rantau Dedap, Desa Segamit, Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU), Kabupaten Muara Enim.

Baca Juga:

Kapolres Muara Enim AKBP Dany Sianipar melalui Wakapolres Kompol Indar Marwan dalam konfernsi pers di Mapolres Muara Enim, Kamis (12/8/2021), mengungkapkan motif kasus pembunuhan tersebut adalah selisih paham antara korban dangan pelaku.

Kejadian berawal saat pelaku terbangun mendengar keributan. Pelaku mengambil senter dan pisau lalu keluar rumah.

Karena situasi masih gelap pelaku pun menghidupkan senter kepalanya dan mengarahkan sinarnya ke arah korban yang sedang marah- marah kepada para pengunjung yang bekemah di Danau Deduhuk .

“Cahaya senter yang dibawa pelaku tidak sengaja mengenai wajah korban, Korban marah, sambil memegang pisau, dia lalu mengejar pelaku. Pelaku berlari ke arah rumahnya untuk¬†menyelamatkan diri¬†dan menghindari perkelahian sebab korban adalah pamannya sendiri,” jelas Indar.

Dalam keadaan terdesak, pelaku mengambil sebuah batu. Ketika korban sudah mendekat dalam jarak sekitar dua meter pelaku langsung melemparkan batu tersebut dan tepat mengenai muka korban yang mengakibatkan korban terjatuh dengan posisi miring.

Melihat korban terjatuh, pelaku yang sudah kalap langsung mendekati dan menginjak korban sambil mengambil pisau yang diselipkan dipinggang dan langsung menusuk tubuh korban berkali-kali hingga meninggal dunia.

Pelaku langsung melarikan diri ke Dusun Talang Kabut, Desa Tanjung Agung, Kecamatan Semende Darat Ulu. Keesokan harinya jasad korban ditemukan warga yang hendak ke kebun. Keluarga korban langsung melaporkan kasus pembunuhan tersebut ke Polsek Semendo.

Dibantu Reskrim Polres Muara Enim, Polsek Semendo berhasil mengetahui pelaku dan tempat persembunyiannya. Pelaku kemudian berhasil diamankan di tempat persembunyiannya tanpa perlawanan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Muara Enim AKP Widhi Andika Dharma menjelaskan, penangkapan tersangka merupakan hasil pengembangan pihaknya dalam waktu 4 jam dari kejadian pembunuhan tersebut. Pada saat itu, usai melakukan pembunuhan pelaku melarikan diri dan bersembunyi di kebun miliknya.

“Tersangka kita amankan tanpa perlawanan di kebunnya. Namun cukup sulit waktu kita kejar karena dia bersembunyi di kebunnya yang kurang lebih 3 jam berjalan kaki menuju persembunyiannya,” kata dia.

“Tersangka kita kenakan pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” ucapnya.

Sementara itu, Ahmad Juaraidi (35) tersangka pembunuhan menyesal telah melakukan pembunuhan tersebut. Namun aksi tersebut terpaksa dilakukannya untuk membela diri.

Menurut dia, sejak dua tahun terakhir terjadi permasalahan antara dirinya dan korban. Dia dan korban sama-sama memiliki lahan parkir di kawasan wisata camping Danau Deduhuk. Namun menurut dia, para pengunjung lebih banyak ke tempatnya karena dia tidak pernah menetapkan tarif.

Dari permasalahan tersebut, pamannya selalu mencari-cari masalah baik dengannya maupun keluarganya serta mengancam. Korban bahkan pernah membacok dirinya menggunakan parang, namun diselesaikan secara kekeluargaan.

“Aku nyesal, Pak. Karena khilaf, tapi cak mano lagi, aku terdesak melakukan itu. Di sisi lain aku juga habis kesabaran karena beliau terus menganggu aku,” ujarnya menyesal.