Waspada Sarden Mengandung Cacing, BPOM Sidak di Muara Enim

BBPOM Palembang menggelar inspeksi mendadak di sejumlah swalayan di Muara Enim. Petugas tidak menemukan ikan sarden makarel kalengan yang dicabut izin edarnya oleh BPOM RI.

PALUGADANEWS.COM, MUARA ENIM — Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Palembang, bersama 13 instansi di  Kabupaten Muara Enim serta aparat kepolisian melakukan inspeksi mendadak kebeberapa toko dan swalayan di Muara Enim, Rabu (4/4/2018).

Sidak ini menindaklanjuti temuan 27 produk ikan makarel dalam kaleng yang mengandung cacing parasit. Sebanyak lima tempat didatangi oleh tim yang berjumlah sekitar 25 orang ini.

Para petugas ini mengecek semua produk ikan kaleng yang masih dipajang oleh pedagang. Namun, petugas tidak menemukan produk yang telah dicabut izin edarnya oleh BPOM RI.

Rizki, salah satu pegawai toko retail yang berada di Jalan Sudirman mengatakan, pihaknya telah menerima perintah dari kantor pusat untuk segera menarik produk ikan makarel dalam kaleng yang dilarang BPOM sejak 29 Maret lalu.

“Kita tidak jual lagi, barangnya juga sudah di retur,” ungkap Rizki.

Seksi Pemeriksaan Bidang Pemdik BBPOM di Palembang, Ulita dan Warsito mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menemukan produk ikan makarel yang dilarang BPOM masih dijual di toko yang di-sidak di Muara Enim.

“Dari toko yang diperiksa, tidak ditemukan produk ikan makarel yang dilarang. Semua toko sudah menarik dan meretur produk ikan makarel dalam kaleng yang mengandung cacing parasit,” terang Ulita.

Meski tidak menemukan produk ikan makarel dalam kaleng yang dilarang BPOM RI, petugas menemukan beberapa makanan dalam kaleng seperti susu kental manis dan ikan sardines yang kondisi kemasannya penyok.

Menurutnya, makanan kaleng yang kemasannya rusak tidak boleh dijual. “Dalam kemasan itu ada lapisan anti karat. Kalau penyok lapisan itu bisa pecah dan mengakibatkan kalengnya karatan sehingga berbahaya bagi kesehatan,” terangnya.

Produk yang kemasannya rusak itu, lanjut dia, tidak disita oleh petugas. Namun kepada pemilik toko disarankan untuk ditukar ke distributor.

“Kepada nasyarakat, sebelum membeli produk makanan sebaiknya melakukan cek “KLIK”, kemasan, label, izin edar dan kadaluarsa. Jika ragu, silahkan buka situs BPOM dan cek kode registrasi produknya,” tutupnya.