Juarsah Enggan Berkomentar Terkait Penahanan Kepala Bappeda oleh KPK

Plt Bupati Muara Enim Juarsah

PALUGADANEWS.com, MUARA ENIM – Kepala Bappeda Kabupaten Muara Enim Ramlan Suryadi dan Ketua DPRD Muara Enim ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka kemudian ditetapkan sebagai tersangka kasus suap proyek jalan di Dinas PUPR Muara Enim.

Plt Bupati Muara Enim Juarsah saat dimintai tanggapannya terkait penangkapan tersebut enggan berkomentar banyak. “Mohon maaf saya belum bisa memberikan penjelasan karena belum ada pemberitahuan resmi dari KPK,” ujar Juarsah, Selasa (28/4/2020).

Berita Terkait:

Menurut Juarsah, dirinya belum tau pasti terkait masalah penangkapan itu. Dia juga belum menerima laporan resmi dari KPK tentang penangkapan tersebut. “Saya belum bisa berbicara apa-apa, karena belum ada laporan resmi dari KPK ke Pemkab Muara Enim,” kata dia.

Terkait pelayanan di Bappeda, Juarsah memastikan tetap berjalan normal seperti biasa. “Pelayanan di Bappeda saya pastikan tetap berjalan normal seperti biasa, tidak ada kegiatan yang terhambat,” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, KPK menangkap Kepala Bappeda Muara Enim Ramlan Suryadi dan Ketua DPRD Muara Enim Aries HB di Palembang, Minggu 26 April 2020.

Keduanya ditangkap terkait kasus suap proyek pekerjaan di Dinas PUPR Muara Enim. Kasus tersebut merupakan pengembangan perkara yang sebelumnya telah menjerat mantan Bupati Muara Enim non aktif Ahmad Yani.

Selain Bupati Muara Enim non aktif Ahmad Yani, sebelumnya KPK juga telah menetapkan dua tersangka terkait kasus tersebut. Yakni pihak swasta sebagai pemberi Robi Okta Fahlefi dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, Elfin Muchtar.