Putra Zaman, Membangun Tanah Kelahiran Melalui Budidaya Ikan Tawar

PALUGADANEWS.com, MUARA ENIM – Pepatah lama “Dari pada Hujan Emas Di Negeri Orang, Lebih Baik Hujan Batu Di Negeri Sendiri” dirasa tepat untuk menggambarkan Putra Zaman, warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim.

Sejak usia muda, Putra Zaman sudah merantau mengadu nasib di Tanggerang, Jawa Barat. Saat itu kehidupannya tidak ada arah untuk masa depan. Jalan satu – satunya meninggalkan tanah kelahiran. Berbagai profesi dia lakoni asalkan halal. Terakhir sebelum dia memutuskan pulang, Putra Zaman bekerja di kantor leasing kendaraan.

Di perantauan, Putra Zaman bersama keluarga kecilnya hidup pas-pasan. Berpindah-pindah kontrakan, makanan yang penting perut terisi juga dialami. Namun, kepada Tim Bukit Asam Expose yang menyambanginya, Kamis (11/3/2021), semua dilaluinya dengan ketegaran dan mensyukuri karunia yang telah diberikan Tuhan selama ini.

Tahun 2013, merupakan titik awal bagi Putra Zaman membangun dan menata lagi kehidupan. Dia memutuskan untuk pulang kampung. Tersirat dipikiran untuk beralih profesi berharap kehidupan ekonomi lebih baik.

Dia melihat lahan milik orang tua yang tidak terpakai muncul keinginan budidaya ikan. Didukung lahan yang cukup luas dan wilayah Tanjung Agung masih minim pelaku usaha budidaya ikan. Selain itu sumber air melimpah yang dari aliran sungai Enim juga dukungan dari rekan-rekan yang dulu menjadi teman bermain di usia anak-anak.

Keinginan untuk membangun tanah kelahiran dengan budidaya ikan tawar juga menjadi semakin kuat lantaran ingin mengabdikan diri kepada orang tuanya yang kini berumur lanjut usia.

Tahapan mengubah lahan yang awalnya ditanami padi menjadi tambak ikan merupakan tahapan yang cukup berat. Apalagi dengan alat seadanya dan keterbatasan dana. Harapannnya lahan bisa segera diisi benih ikan tawar jenis lele, gurami, bawal, mas dan patin.

Berkat kerja keras lahan yang selama ini dipakai untuk tanam padi hujan berhasil disulap jadi tambak yang dia beri nama budidaya ikan air tawar Putra Susukan.

Usaha yang dijalani ini tidak semulus yang dibayangkan, banyak kendala yang dihadapi, mulai dari harga pakan ikan jenis pellet yang cukup tinggi, harga jual ikan yang rendah, pemasaran yang terbatas hingga banyaknya ikan yang mati karena penyakit.

Tapi, karena usaha ini dikerjakan dengan senang hati dan sesuai keinginan, maka kendala tersebut bukan sebagai rintangan dan menjadi tantangan yang harus bisa dilewati agar ke depan menjadi lebih baik lagi.

Dilandasi tekad kuat terus menggali informasi dan bertukar pikiran mencari jalan untuk keluar dari masalah permodalan dan bisa paham betul bagaimana ilmu budidaya ikan tawar.

Hingga akhirnya, dua tahun lalu Putra Zaman mendapat bantuan modal dari Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Selain menjadi mitra binaan, Putra juga mendapatkan pelatihan budidaya ikan.

Sejak itulah semua permasalahan yang dialami terselesaikan, mulai dari aspek permodalan, pembiayaan, pembibitan, pengembangbiakan hingga pemasaran.

Perlahan tapi pasti, sejak bergerak bersama CSR PTBA Putra sudah bisa tersenyum lega. Saat ini dalam sekali panen, dia bisa menjual 3 ton ikan ke masyarakat sekitar, suplai ke pasar, agen pengecer, dengan keuntungan hingga 30% dari modal.

Ia merasakan perbedaan sebelum bergabung dengan CSR PTBA. Kini usahanya bisa menopang kehidupan dan manajemen usaha budidaya ikan lebih rapih.

“Keberhasilan ini tentunya atas pertolongan dan dukungan berbagai pihak termasuk atas binaan CSR PTBA. Terima kasih CSR PTBA karena telah membantu usaha saya menjadi maju dan tetap berkembang hingga saat ini,” ucapnya.

Dia berharap ke depan dapat membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain, menggali potensi pemuda di Desa Tanjung Agung, sehingga perekonomian masyarakat khususnya di bidang perikanan dapat lebih sejahtera.

Menutup perbincangan, Putra Zaman mengatakan bahwa awal dari sebuah usaha itu niat, tekun bekerja, tekad yang kuat dan jangan menyerah dalam menghadapi masalah apapun.

“Optimalkan semua kemampuan kita, karena tidak ada hasil yang mengkhianati usaha. Keyakinan ini, Alhamdulillah budidaya ikan tawar Putra Susukan ini ada hasilnya,” ucapnya.