Belum Setahun Menjabat, Bupati Muara Enim Ditangkap KPK

Bupati Muara Enim, Ahmad Yani.

PALUGADANEWS.com, MUARA ENIM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Muara Enim, Ahmad Yani, Senin (2/9/2019) malam.

Selain menangkap Ahmad Yani, KPK juga menyita uang tunai senilai 35 ribu dolar AS. Uang tersebut diduga merupakan duit suap terkait proyek di Dinas Pekerjaan Umum Muara Enim.  Petugas KPK juga telah menyegel ruangan kantor Bupati Muara Enim yang berada di gedung Bappeda Muara Enim.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan lewat keterangan tertulis kepada wartawan pada Selasa (3/9/2019) membenarkan tangkap tangan KPK kepada beberapa orang, salah satunya Bupati Muara Enim.

Berita Terkait:

“Empat orang itu dari unsur kepala daerah, pejabat pengadaan dan pihak swasta,” kata Basaria Panjaitan.

Ahmad Yani diketahui belum genap setahun menjabat sebagai Bupati Muara Enim. Dia dilantik bersama pasangannya Juarsah oleh Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin pada 18 September 2018 lalu.

Mereka dilantik setelah KPU Muara Enim menetapkan mereka sebagai pemenang Pilkada Muara Enim 2018 dengan perolehan 96.571 suara. Unggul dari tiga paslon lainnya, Nurul Aman-M Thamrin AZ memperoleh 73.211 suara, Shinta Paramita Sari – Syuryadi memperoleh 62.462 suara dan Syamsul Bahri-Hanan Zulkarnain memperoleh 55.261 suara.

Sebelum menjadi Bupati Muara Enim, Ahmad Yani merupakan anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan dari Partai Demokrat. Bersama Juarsah dia melaju di Pilkada Muara Enim dengan dukungan dari Partai Demokrat, PKB dan Hanura.

Saat ini Ahmad Yani beserta tiga orang lainnya masih menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK Jakarta. KPK sendiri memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum mereka.