Gubernur Sumsel Ancam Cabut Izin PT GPP

Truk batubara melintas di jalan umum (Foto: Ilustrasi).

PALUGADANEWS.com, MUARA ENIM – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyatakan akan menindak tegas mencabut izin PT Ganendra Pasopati Prawara (GPP) jika perusahaan angkutan batu bara tersebut tidak mengindahkan surat rekomendasi Gubernur Sumsel Nomor 551/0080/Dishub/2019 tanggal 14 Januari 2019.

Surat Gubernur Sumsel tersebut berisi perusahaan mendapatkan rekomendasi menggunakan jalan khusus angkutan batubara dari Jalan Pertamina, Jalan PT MHP, Jalan Kabupaten dan Jalan hoaling PT EPI.

Namun, pada kenyataannya dari laporan warga dan pantauan di lapangan, PT GPP tidak mengindahkan rekomendasi tersebut. Truk-truk milik perusahaan yang mengangkut batubara dari tambang IUP PT WSL tetap saja melintas di jalan pemukiman warga Trans Sosial menuju jalan baru hingga ke jalan simpang 4 Desa Kepur, Kota Muara Enim.

“Laporan anda menjadi masukan bagi saya. Saya akan intruksikan instansi berwenang untuk menindak lanjutinya dan memberikan sanksi terhadap PT GPP. Kalau masih membandel cabut izinnya,” tegas Deru, disela-sela membuka acara perkemahan Pramuka Wisata di Bangko Barat, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Rabu (24/07/2019).

Berita Lain:

Deru meminta kepada bupati untuk turun tangan, jika PT GPP masih membandel melintasi jalan kabupaten dan jalan pemukiman warga.

“Saya minta kepada pemerintah kabupaten, kalau masih saja perusahaan ini melintas di jalan desa dan kabupaten supaya bupati turun tangan, masyarakat juga harus ikut menjaga supaya hal ini tidak terjadi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Muara Enim, Riswandar, sebelumnya mengatakan, pihaknya sudah berulang kali memberikan teguran kepada manajemen PT GPP, tetapi tetap tidak diindahkan.

“Kita sudah berkali kali-kali memberikan teguran tetapi tetap tidak diindahkan oleh perusahaan tersebut. Sedangkan kita tidak mempunyai kewenangan untuk menghentikan kegiatan angkutan batubara yang dilakukan PT GPP karena kewenangan itu ada di Provinsi,” pungkasnya.