Ingin Anaknya Jadi PNS di Kejaksaan, Mulyono Tertipu Ratusan Juta Rupiah

Salah seorang tersangka, Juri Purwanto (43) diamankan di Mapolsek Gelumbang 

PALUGADANEWS.COM, MUARA ENIM — Berhati-hatilah dengan maraknya aksi penipuan yang berkedok bisa meloloskan menjadi PNS baik di lingkungan pemerintah kota maupun Kejaksaan Negeri.

Seperti yang dialami Mulyono (68), warga Desa Karang Endah, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim. Pria yang berprofesi sebagai ahli pengobatan alternatif ini ingin menjadikan anaknya, Lia, sebagai PNS di Kejaksaan Negeri menjadi korban penipuan pasiennya.

Mulyono memberikan uang sebesar Rp250 juta pada Juri Purwanto (43) dan Asni  (65) yang tak lain ibu dari tersangka Juri, warga Kelurahan Prabumulih Barat, Kecamatan Prabumulih Timur, Kotamadya Prabumulih, dengan kesepakatan bisa meloloskan anaknya menjadi PNS Kejaksaan. Namun, ternyata Lian tidak diterima.


Berita Terkait:


Merasa ditipu, korban melaporkan kasus tersebut ke polisi. Kemudian petugas menindaklanjuti laporan korban dan berhasil menangkap pelaku, Kamis (18/01/2018) sekitar pukul 11:30 WIB, saat berada di rumahnya. Para pelaku ini selanjutnya dibawa ke Mapolsek Gelumbang untuk diperiksa lebih lanjut.

Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan didampingi Kasubbag Humas AKP Arsyad AR melalui Kapolsek Gelumbang AKP Indrowono, menjelaskan kasus penipuan itu berawal ketika kedua tersangka pada (16/01/2018) lalu datang ke rumah korban untuk berobat.

“Setelah ibunya selesai berobat, pelaku melihat anak korban, Lia, dan bertanya apakah anak korban sudah bekerja?,” terang Indrowono, Jumat (19/01/2018).

Korban menjawab bahwa anaknya belum bekerja. Kedua pelaku lalu meyakinkan korban bahwa mereka dapat memasukkan anaknya menjadi PNS di Kantor Kejaksaan, dengan syarat korban memberikan uang sebagai pelicin sebesar Rp 250 juta.

“Korban bersedia memberikan uang sebesar RP 250 juta dengan cara dicicil. Namun setelah uangnya lunas, anak korban tak kunjung masuk bekerja di Kantor Kejaksaan. Hingga akhirnya korban melaporkan kejadiaan tersebut ke Mapolsek Gelumbang,” lanjut Indrowono.

Berdasarkan laporan tersebut, anggota Polsek Gelumbang langsung bergerak menangkap kedua tersangka di rumahnya, Kamis (18/01/2018) sekitar pukul 11:30 WIB.

“Saat dilakukan penangkapan kedua tidak melakukan perlawanan. Hasil interogasi, keduanya mengakui perbuatannya serta berhasil mengamankan barang bukti berupa 7 ( Tujuh ) lembar kwitansi bermaterai sebagai tanda terima uang dan tersangka diancam Pasal 378 KUHP dan 372 KUHP,” tutup Indrowono.

Petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 7 ( tujuh ) lembar kwitansi bermaterai sebagai tanda terima uang. Ibu dan anak ini diancam Pasal 378 KUHP dan 372 KUHP tentang penggelapan dan penipuan dengan ancamana hukuman penjara maksimal 4 tahun.