Warga Keluhkan Bau Busuk Dari Tumpukan Sampah di Pasar Cinta Kasih

Warga sekitar pasar Desa Cinta Kasih, Kecamatan Belimbing, mengeluhkan persoalan sampah yang menumpuk di depan pasar dan selokan yang berada di pinggir Jalan Lintas Sumatera.

PALUGADANEWS.COM, MUARA ENIM – Warga sekitar Pasar Desa Cinta Kasih, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muara Enim mengeluhkan persoalan sampah yang menumpuk di pinggir Jalan Lintas Sumatera, di sisi depan pasar.

Selain menumpuk, sampah juga memenuhi selokan sepanjang sisi depan pasar yang beroperasi seminggu dua kali. Keberadaan sampah menimbulkan bau tidak sedap serta membuat pemandangan menjadi kumuh.


Berita Terkait:


Ewin (34), warga sekitar, menyebut keberadaan sampah di sana menjijikkan. Tidak hanya membuat pemandangan jadi tak nyaman, bau sampah, juga lalat berterbangan disekitar rumah mereka.

“Kami sudah risih dengan sampah ini setiap minggu pasti menumpuk. Parit ini sangat bau karena mampet dan air yang berasal dari limbah pasar getah setiap hari Selasa, ditambah sampah dari pasar ini,” ujar Ewin, Sabtu (25/11/2017).

Sementara itu Kepala Pasar Cinta Kasih Sukman Efendi saat dikonfirmasi mengatakan penumpukan sampah terjadi karena kurangnya tenaga kebersihan pasar tersebut.

“Tumpukan sampah itu biasanya dibuang oleh kebersihan pasar kita. Namun karena terbatasanya tenaga kebersihan tersebut yang hanya satu orang, sehingga sampahnya tidak bisa dibuang sekaligus,” jelasnya.

Terkait sampah yang ada di dalam parit, menurut SukmanĀ  akibat terbawa aliran air hujan sehingga masuk ke dalam parit dan menyebabkan parit tersebut tersumbat.

“Gorong-gorong yang ada di bawah jalan itu tersumbat oleh sampah jadi tidak bisa mengalir. Sampah tersebut masuk ke dalam parit akibat terbawa arus air hujan,” jelasnya.

Ketika ditanya retribusi pasar, Sukman mengatakan retribusi yang mereka tetapkan hanya Rp 3000 per pedagang dan Rp 2000 untuk parkir kendaraan.

“Kita menarik retribusi sebesar RP 3000 dan parkir Rp 2000, namun uang tersebut digunakan untuk honor juru tagih, penjaga parkir dan honor kebersihan pasar. Sisanya masuk ke kas desa,” tutupnya.